TNI Minta Maaf Atas Insiden Pemukulan Wartawan di Jatim

Home, Megapolitan

Jakarta, inspiras1nusantara, Mendekati perayaan hari jadi ke-71 Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali terjadi insiden yang mencoreng nama baik TNI, peristiwa pemukulan terhadap awak media. Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, panglima tertinggi adalah hukum , tentunya kejadian itu akan diproses dan ditindaklanjuti.

Hal itu diungkap Panglima TNI saat menyaksikan pagelaran wayang orang di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. acara tersebut juga dihadiri Wakil Presiden H. Jusuf Kalla, mantan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudoyono, Ketua Lembaga Tinggi Negara, dan Menteri Kabinet Kerja.

Panglima kembali menegaskan, insiden itu kini tengah ditindaklanjuti dan tentunnya akan dilakukan perdamaian antar kedua perguruan yang saat itu mengelar arak-arakan. “Dan tentunya panglima saya yang tertinggi tentunya adalah hukum”, tandasnya.

Sementara Kadispenad Brigjen TNI Fadilah mengatakan, TNI AD memohon maaf atas kejadian tersebut. Dan peristiwa itu sudah diselesaikan dengan baik, Danyon dan unsur-unsur yang terlibat diajak berbicara, korban juga sudah dibawa ke tenaga medis setempat dan dinyatakan kondisinya baik saat ini.

Kadispenad Brigjen TNI Fadilah memberi keterangan paa media (foto: linda herawati)

Menurutnya, dinamika di lapangan cukup sulit, disebabkan banyak hal, dan mungkin peristiwa itu terjadi karena kesalahpahaman. Namun dia menegaskan, tentu akan ada sanksi terhadap pelaku. Baik korban maupun pelaku ada di tempat dan tengah diperiksa, tidak ada pelaku yang tidak ada di tempat.

“Danyon-nya ada, Pom ada, dan kepolisian juga ada, karena saat itu sedang ada pengamanan. Berikan kesempatan untuk dilakukan pemeriksaaan karena pemeriksaan itu yang nanti akan membuktikan dimana tingkat kesalahannya”, pungkasnya.

karena peristiwa itu, sekali lagi TNI memohon maaf dan semoga kejadian seperti itu tidak terulang lagi . “Mohon maaf, karena suasana di lapangan itu kadang membuat ricuh ya. Dan kebetulan seragamnya sama dengan pengendara yang motornya nabrak itu. Ya begitulah kira-kira dinamika di lapangan yang membuat kita kadang tidak bisa…., sana sini bercampur”, tambahnya

Sedangkan Kepala Penerangan Kostrad Brigjen TNI Agus Bhakti mengatakan, konvoi SH Teratai yang menabrak seorang perempuan saat arak-arakan, Ketika diamankan dia melakukan perlawanan, terjadi keributan dan situasi memanas.

“Rekan kontributor Net TV ini dikira sebagai salah satu anggota SH Teratai, jadi ini murni kesalahpahaman. Kalau anggota Pam tahu Soni Misdannato ini wartawan, tidak mungkin terjadi kesalahpahaman ini”, tuturnya.

dijelaskan, Sebelum kejadian itu, konvoi sempat menabrak salah seorang personil pengamanan, tapi tidak fatal. Selanjutnya ketika konvoi menabrak seorang perempuan di perempatan jalan, pelaku diamankan oleh personil pengamanan Pam gabungan TNI-Polri, dan melakukan perlawanan beserta rombongan konvoi lainnya, terjadi keributan dan situasi memanas.

“Soni juga tidak dipukuli, digetok helmnya satu kali. Sudah dilaksanakan pemeriksaan di rumasakit. Saat ini yang bersangkutan dalam kondisi baik dan sedang berada di Polres Madiun sedang bersama Danyon, Dandim dan Kapolres. Silahkan dicross chek ke Dandim atau Kapolres di sana”, ujarnya.linda.

Tagged

Leave a Reply