TMMD, dari Jamban Hingga Cor Jalan Diurus, Jiwa Generasi Muda Dibangun

Home, Nasional

Jakarta, inspiras1nusantara, Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD), dekade 80-an dikenal dengan AMD (ABRI masuk Desa), dari tahun ke tahun terus dilaksanakan, meski pemimpin negara berganti, membantu masyarakat terus digelorakan.  Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana melalui surat edaran mengomandoi jajaran dibawahnya melaksanakan TMMD, seperti tahun-tahun sebelumnya dimana banyak manfaatnya bagi masyarakat.

Siapa bilang TNI masuk desa tidak bisa dilakukan di Jakarta, mereka yang apriori terhadap program itu. Menyangka Jakarta sebagai ibukota negara sudah tak butuh TMMD, karena apapun tersedia di wilayah ini. Mungkin, mereka lupa, tak semua wilayah tersentuh pembangunan, disitulah peran TNI diperlukan. tentara bersama masyarakat ikut berperan dalam membangun kota tercinta.

Tiap-tiap Kodim di jajaran Kodam Jaya menjalankan perintah Panglima teritorial wilayah Jabodetabek. TMMD ke-97 untuk kesekian kalinya mereka laksanakan. Kodim Selatan, Barat, Timur, Utara, Pusat, Bekasi, Depok dan Tangerang menyusuri wilayah masing-masing mencari sasaran yang tepat untuk pelaksanaan apa yang telah dikomandoi Panglima kodam Jaya.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana

Sulit?, tidak juga, ternyata masih ada pembangunan di kelurahan (desa) masih kurang, seperti jalan rusak, sanitasi tak terurus, saluran pembuangan (got) mampet, fasilitas umum rusak parah, dan masih banyak lagi. Siapa yang peduli itu, kalau saja TNI tidak memiliki program TMMD, hal yang dianggap sepele oleh sebagian besar masyarakat kita pasti akan menuju pada kerusakan yang lebih parah.

Kata penyair, ‘apapun dikorbankan demi cinta’, demikian pula anggota TNI Kodam Jaya, mereka cinta masyarakat, peduli dengan rakyat sampai hal-hal kecil pun mereka perhatikan. Institusi mana yang mau membangun jamban warga, lembaga mana yang mau membangun jembatan penghubung antara wilayah. Kalau bukan TNI tidak ada satupun institusi yang peduli dengan kondisi masyarakat. Itulah cinta tentara terhadap masyarkat, hal yang tak terpikirkan pihak lain mereka kerjakan demi rakyat.

mereka tak peduli cuaca, hujan atau panas anggota TNI Kodam Jaya terus berupaya membangun sarana untuk masyarakat. Seperti TMMD di wilayah Ridogalih, Bekasi, jalan menuju wilayah itu yang telah mereka keraskan (cor beton) tak bisa dilalui jika hujan, sebagian tentara Kodim 0509/Bekasi yang terlibat TMMD harus mengangkut material sejauh 200 meter untuk pembangunan lain di Ridogalih.

Lain wilayah lain pula sasaran pembangunannya, di Kodim 0502/Jakarta Utara, rehab musholla  Al Amin Rawa badak. Perbaikan dan pemugaran sangat dibutuhkan warga untuk mereka beribadah. Sujud pada sang Khalik pun terasa nikmat, di mushola yang sudah diperbaharui oleh tangan-tangan kekar namun welas asih Tentara Nasional Indonesia.

Sementara Koramil 05/ Cilincing membuat jalan yang sebelumnya rusak parah kini dibeton. Warga pun kini bisa tersenyum lebar melihat kondisi jalan yang sudah diperbaiki, selama pengerjaan mereka ikut membantu baik tenaga maupun menyuguhkan makanan ringan. kebersamaan antara TNI dan rakyat.

Sedangkan Kodim 0504/Jakarta Selatan membangun jalan setapak di Kecamatan Jagakarsa, Jalan CB panjang 300 meter. Banyak sudah apa yang diperbuat TNI untuk masyarakat, bukan besar atau kecilnya pembangunan yang mereka kerjakan tapi kepedulian terhadap masyarakat lah yang patut diapresiasi.

kegiatan non fisik

Menyebut satu per satu apa yang telah dikerjakan TNI dalam melaksanakan TMMD tak akan cukup satu halaman bisa puluhan. Apa yang disebutkan hanyalah sekup kecil, masih banyak yang diperbuat TNI. Berpartisipasi dalam pembangunan nasional, membantu akselerasi pembangunan di daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memantapkan Wawasan Kebangsaan, kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain fisik yang menjadi sasaran TMMD, kegiatan non fisik pun dilakukan, seperti, pembekalan materi “Teroris dan Faham Radikalisme di Indonesia” pada warga Kelapa Gading terdiri dari Tim PKK Kelurahan, Karang Taruna, Ormas FKPPI, dan Remaja masjid.

Membangun dan menggugah jiwa masyarakat untuk cinta terhadap bangsa dan negara serta tahu bagaimana cara mengisi kemerdekaan, merupakan tantangan berat TNI. karena itu mereka tak bosan-bosan memberikan pembelajaran lewat ceramah kebangsaan dimana pun terutama pada generasi muda.

Di SMP Negeri 2 Cibarusah diadakan sosialisasi dan penyampaian materi wawasan kebangsaan dan bahaya kenakalan remaja. materi yang diberikan untuk menggugah para pejlajar mencintai dan membela tanah air, karena mempertahankan bangsa bukan hanya ada di pundak TNI tapi seluruh komponen bangsa.

Sekolah diutamakan menjadi sasaran kegiatan non fisik, dari sanalah calon pemimpin bangsa akan ‘lahir’. Sejak dini TNI menumbuhkan rasa cinta tanah air pada generasi muda, dan berharap mengurangi tindakan menyimpang seperti ikut gerakan radikal yang mengancam keselamatan dirinya dan juga masyarakat.

Jadi apa yang dilakukan TNI khususnya Kodam Jaya bukan kegiatan sia-sia, meski keutamaan mereka adalah menjaga negara sebagai bangsa yang berdaulat, disiplin dan waspada terhadap ancaman luar. Tapi masih punya kesempatan ikut berperan dalam pembangunan terutama di kelurahan (desa) yang masih kurang atau belum tersentuk pembangunan.apr.

Leave a Reply