Salurkan Bantuan 10,8 Ton Ikan Beku dan Olahan, Menteri Trenggono Dorong Peningkatan AKI Jateng dan Jatim

Megapolitan

Jakarta, inspiras1nusantara, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong peningkatan angka konsumsi ikan (AKI) di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dalam sepekan terakhir, kementerian membagikan 10,85 ton ikan beku dan ribuan paket produk olahan ikan ke sejumlah pesantren yang ada di dua provinsi tersebut.

“Bantuan ikan beku dan produk olahan ikan merupakan bagian dari program Bulan Mutu Karantina dan juga program Gemarikan. Ini memang rutin digelar,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat menyaksikan penyerahan bantuan ikan di salah satu pondok pesantren di Jawa Timur.

Meski penyerahan dilakukan di pesantren, ikan beku dan produk olahan ikan nantinya dibagikan juga ke masyarakat sekitar. Tiap pesantren mendapat satu ton ikan beku serta 500 paket produk olahan. Seperti abon ikan tuna, mi ikan bandeng, ikan teri krispi, kripik teripang, cumi krispi, abon ikan bandeng, otak-otak, hingga sambal ikan klotok.

Harapannya, bantuan ikan akan mendongkrak angka konsumsi ikan (AKI) di Jateng dan Jatim. Dimana berdasarkan data sementara KKP, AKI Jateng dan Jatim tahun 2020 masing-masing 34,56 kg/kapita dan 41,22 kg/kapita. Angka tersebut masih di bawah AKI nasional sebesar 56,39 kg/kapita.

Menurut Menteri Trenggono, program bantuan ikan beku dan produk olahan ikan juga untuk membantu pihak pondok pesantren dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi bagi para santri, khususnya saat bulan Ramadhan.

Kemudian tujuan lain dalam rangka mendukung pergerakan roda ekonomi daerah dan memonitor proses produksi usaha perikanan lokal. Sebab produk olahan ikan yang dibagikan dibeli dari pelaku usaha perikanan setempat.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widarti menambahkan, penyerahan bantuan dibarengi dengan kegiatan sosialisasi program Gemarikan. Materinya meliputi kandungan gizi pada ikan, manfaat makan ikan, cara memilih ikan segar, hingga ciri-ciri ikan segar dan ikan berformalin. Informasi ini menurutnya penting untuk diketahui oleh masyarakat.

“Sebelum mendapat bingkisan olahan ikan, para peserta mendapatkan informasi mengenai manfaat makan ikan, tips memilih ikan atau mengolah ikan dengan cara yang benar,” ungkap Artati.

Artati turut menambahkan alasan membeli olahan ikan produksi lokal, sekaligus untuk mengapresiasi pelaku usaha setempat yang selama ini ikut mensosialisasikan program Gemarikan ke masyarakat.

Sementara itu, salah satu pengusuh pondok pesantren yang menerima bantuan ikan, Muhammad Hanif, mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh KKP. Sebab selain membantu pasokan pangan bagi pesantren, juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi ikan.

“Kami sangat mengapresiasi sekali dan kami berterima kasih atas semua pemberian, karena ini akan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi para santri. Ini juga akan bermanfaat sekali bagi masyarakat, karena dapat mengedukasi masyarakat dalam memilih ikan yang baik, yang bergizi untuk mereka,” ujar Hanif.

Sebagai informasi, Menteri Trenggono ke pondok pesantren selain untuk menyaksikan penyerahan bantuan ikan dan produk turunannya, juga untuk berdialog dengan pimpinan dan pengasuh ponpes. Diantaranya membahas upaya pengembangan potensi perikanan yang bisa dilakukan di pesantren. Seperti kegiatan budidaya, pembuatan makanan berbahan dasar ikan, hingga pengolahan garam rakyat.humas/linda.

Leave a Reply