Rizal Ramli : Pemerintah Tetap Fokus Bangun 10 Destinasi Wisata

Home, Nasional

Jakarta, inspiras1nusantara, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli kembaliĀ  menegaskan rencana pemerintah untuk membangun 10 destinasi wisata selain Bali yang mulai dikerjakan pada tahun 2016 ini.

Salah satunya menurut Menko Rizal, Mandalika, Nusa Tenggara Barat, akan menjadi satu dari 10 (sepuluh) lokasi atau destinasi pariwisata yang akan dikembangkan pemerintah.

“Dulu kami pelajari kenapa ada Departemen Pariwisata, budget tiap tahun ada tapi kenapa yang berkembang cuma Bali? Akhirnya kami ketahui bahwa buget yang ada itu dibagi ke 60 sampai 80 lokasi jadi sedikit-sedikit sehingga pada akhirnya ngga ada yang berkembang sama sekali,” ujar Rizal saat meninjau Pelindo III, di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Oleh sebab itu, Menko Rizal menekankan saat ini harus fokus membangun 10 destinasi wisata, sehingga dana yang disiapkan pemerintah dapat menciptakan momentum pembangunan pariwisata di tanah air.

“Begitu kami masuk, kami ubah strateginya, ngga boleh ada lagi bagi – bagi uang, supaya dananya cukup untuk membangun airport, infrastruktur, jalan dan lain – lain karena kalau 10 destinasi ini jadi tentunya akan membawa keuntungan,” tegasnya.

Untuk mendukung peningkatan jumlah wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik, pemerintah juga telah memberlakukan bebas visa bagi 160 negara, hal itu menurut Rizal untuk memudahkan orang menjadi turis di Indonesia.

Rizal Ramli

Namun diakui Rizal, Lombok, NTB, masih kurang aman dan nyaman bagi turis asing, lantaran masih banyaknya kasus kriminal yang kerap melanda wisawatan. Padahal dikatakan Rizal akan menjadi percuma pembangunan fasilitas di sebuah destinasi wisata jika keamanan dan kenyamanan tidak diperoleh para wisawatan.

“Kami tadi telepon Direkturnya Mandalika ya, untuk segera bangun pos pos polisi gitu, karena percuma bangun kawasan tapi orang ngga nyaman dan aman, semoga dikerjain ya,” pungkasnya.

Selain itu, pemerintah juga mempermudah izin masuk kapal wisata Cruise dan Yacht, yang dulunya membutuhkan waktu 2-3 bulan, saat ini dijelaskan Rizal, kurang dari 5 haripun izin untuk Cruise dan Yacth sudah selesai.

Meski demikian, dalam pembangunan 10 destinasi wisata tersebut, diakui Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Presiden Abdurahman Wahid ini, masih banyak hal yang perlu dibenahi. Rizal mencontohkan seperti Mandalika, yang ternyata masih di bawah management Bali Nusa Dua.

“Kami ingin pisahkan supaya satu lokasi hanya ada satu managment jadi nanti Lombok Tourism Opportunity karena di Bali kan sudah ada Nusa Dua Tourism, sehingga direksinya ngga perlu bolak balik dan konsentrasi di sini,” ujarnya.

Dalam kurun waktu satu bulan, Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli berjanji akan menghadirkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono guna menagih komitmen pembangunan jalan tolnya, Menteri Perhubungan Ignatius Jonan sehingga jelas mengenai persoalan marina dan pelabuhannya serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, untuk pembangunan pengembangan ecotourism.

“Karena sebagianĀ  tanah itu milik kehutanan dan saya ingin Pak Bupati itu jangan cuma minta tanahnya aja tapi minta apa yang mau dilakulan, kalau kita minta untuk mengembangkan ecotourism saya yakin Bu Menteri LHK akan setuju,” paparnya.

Lebih lanjut, Menko Rizal mengatakan pemerintah juga akan melakukan pengembangan otorita di setiap wilayah. “Di sini sudah ada Mandalika, jangan bangun hotel disini karena ngga bener, mending bangun design lay outnya dan sediakan basic infrastruktur kemudian undang investor supaya dia invest disini,” ungkapnya.

Sejumlah peraturan yang dirasa mempersulit bagi keberlangsungan peningkatan pariwisata Indonesia khususnya Lombok ini ditekan Rizal juga akan dihapus.

“Kami dapat tugas dari Presiden Jokowi untuk menyederhanajan aturan – aturan. Saya percaya Lombok ini pantainya lebih indah daripada pantai-pantai lain, oleh karena itu saya minta Pak Bupati agar bisa membina rakyatnya sehingga bisa memanfaatkan fasilitas dan diajari integritas,” kilahnya.

Rizal mengungkapkan banyak hal yang dapat dilakukan di pelabuhan Pelindo III, Lombok, NTB ini, namun yang terpenting adalah ketersediaan air bersih, karena wisatawan sangat membutuhkan air bersih. Pariwisata, dijelaskan Rizal sangat cepat untuk membuka peluang lapangan pekerjaan, oleh karena itu Rizal mengajak seluruh masyarakat di Lombok, NTB untuk bersama – sama membantu membenahi sistem pariwisata di daerah tersebut.linda.

Leave a Reply