Penggemar otomotif Jajal Trans Papua, Buktikan BBM Satu Harga

Home, Megapolitan

Jakarta, inspiras1nusantara, beberapa tahun ini pemerintah konsern dengan pembangunan di Kawasan perbatasan, pulau terluar dan wilayah timur Indonesia. Sekumpulan penggemar otomatif melihat langsung geliat pembangunan di Kawasan Papua. Mereka tak percaya saat datang kesana, melihat panorama Papua seperti bukan di Indonesia tapi di pegununungan di Eropa.

Komunitas ini dikenal dengan ‘Adventure Ring of Fire’, mereka sudah menjelajah ke pelosok Indonesia. Salah satunya saat mereka berada di Papua, di sana mereka bertemu dengan Komandan Lanud Manuhua Marsma TNI Fajar Adriyanto, M.Si (Han) dan meminta agar mereka menelusuri pembangunan Trans Papua.

Saat TNI Angkatan Udara menggelar pesta rakyat menyambut HUT Ke-73, sekumpulan penggemar otomatif ini turut ambil bagian di perayaan tersebut. Danlanud pun memperkenalkan inspiras1nusantara ke komunitas penjelajah Trans Papua kala itu. Mereka pun menceritakan pengalaman saat menelusuri Bumi Cendrawasih yang kini konekfitas antara Kabupaten mulai tersambung berkat pembangunan infrastruktur.

Tunjukan indahnya panorama Papua yang diabadikan lewat ponselnya dan diunggah ke laman media sosial miliknya.foto:linda herawati.

Youk Tanzil Salah satu penjelajah Trans Papua mengatakan, Papua itu seperti hal yang memabukan, sekali ke sana ‘ketagihan’, indah sekali, aman dan ia bangga karena menjadi orang pertama yang melakukan perjalanan Trans Papua dari Jayapura ke Sorong sepanjang 3.360Km.

Menurutnya, sepanjang perjalanan menelusuri Trans Papua dirinya tak percaya pemandangan seindah itu berada di Indonesia. “itu seperti di Swiss, seperti di pegunungan Alpen, masalahnya hanya jauh dan perjalanannya Panjang sekali”, tambahnya.

Menurut pengakuannya, saat menginjak kaki di bumi Papua ia merasa kwatir tapi begitu bertemu dengan masyarakat di Papua ternyata gambaran yang selama ini tentang Papua tak seseram berita-berita tentang Papua di media massa. Orang Papua ramah-ramah dan welcome terhadap pendatang, hanya logat bicara mereka yang keras. “Bertanya seperti orang membentak padahal tidak. Ini karena terbawa alamnya yang yang masih ditumbuhi pepohonan sehingga butuh nada keras untuk berbicara”, kilahnya.

Selain melihat langsung pembangunan Trans Papua, ia juga membenarkan bahwa harga bahan bakar di Jawa dan Papua sama alias satu harga. Bedanya hanya antara satu pom bensin dengan dengan pom bensin satunya jarak terlalu jauh lebih dari 300Km.

“Tapi pedagang eceran ada juga disana seperti di sini, harga perliternya di sana 15 ribu. Dulu sebelum ada Trans Papua harga bensin per liter 100 ribu sekarang sama harganya seperti di Jakarta kalu kita beli di pom bensin”, tandasnya.

Tak lama lagi komunitas ini akan melanjutkan perjalanan menelusuri Trans Papua, sekaligus membuat film dokumenter kiprah TNI AU di Papua, dengan izin dan dukungan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna. Semoga apa yang dilakukan penggemar otomotif ini jadi bukti nyata adanya pembangunan di tanah Papua, dan perjalanannya mereka selanjut akan menghasilkan sesuatu yang lebih menarik lagi film documenter.linda.

Leave a Reply