Pengadilan Niaga Jakpus Kembali Tunda Sidang Gugatan Pemegang Saham Istaka Karya

Matra

Jakarta, inspiras1nusantara, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat kembali menunda sidang gugatan para pemegang saham PT Istaka Karya terhadap kurator yang menangani aset perusahaan plat merah tersebut. Sebelumnya hakim memutuskan penundaan karena legal standing kuasa hukum 4 kurator tak lengkap, sidang kali ini legal standing ada namun KTP mereka belum dilampirkan.

Dokumen lengkap tapi KTP kuasa hukum tergugat tak dilampirkan, hakim pun memutuskan sidang ditutup. Sidang berikutnya ditentukan 3 minggu lagi, dan meminta kuasa hukum tergugat untuk melampirkan KTP mereka.

Sementara kuasa hukum PT Saeti Concretindo Amos Cadu Hina SH MH selaku pengugat mengatakan, pihaknya menerima keputusan hakim, menunda sidang hingga 3 minggu kedepan. Dan ia juga berpikiran positif soal tidak dilampirkannya KTP kuasa hukum tergugat.

“Ya mungkin mereka lalai, tak menyertai KTP meski legal standing sudah diserahkan. Hal yang lumrah bila ada kelalaian seperti itu. Saya kira tak ada unsur kesengajaan kenapa KTP tak dilampirkan, semoga sidang berikutnya semua berkas yang diminta hakim sudah mereka persiapkan”, ungkapnya.

Yang dipermasalahkan Amos bukan kelalaian kuasa hukum tergugat tapi soal tidak adanya daftar elektronik sidang kepailitan dimana pemegang saham melawan PT Istaka Karya. Padahal sidangnya sendiri ada tapi di daftar atau pengumuman soal gugat mereka tidak ada.

“Ini yang perlu dikritisi, gugatan kita jelas yaitu Gugatan Lain-lain yang menuntut batal demi hukum putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Istaka Karya pailit. Tapi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tak memasukan sidang kita ke daftar elektronik sidang hari ini”, ujarnya.

Kasusnya tak ada didaftar elektronik, membuat dirinya bertanya ke sana sini dimana dan jam berapa sidang KPPU antara pemegang saham dan Istaka Karya. Meski akhirnya ia tahu sidang di lantai lll yang dijadwalkan pukul 10.00 dari pusat informasi PN Jakarta Pusat.apr.

Leave a Reply