Pemerataan Pasukan, Tunggu Kajian Tiga Matra

Home, Nasional

Jakarta, inspiras1nusantara, Rencana pemerintah menempatkan prajurit merata di seluruh Indonesia bakal terealisir. Dalam waktu dekat Panglima TNI segera melaporkan pos-pos penempatan itu setelah memperoleh kajian tersebut dari ketiga matra.

Hal itu diungkap Jendral TNI Gatot Nurmantyo saat serahterima Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) dari Marsekal TNI Agus Supriatna ke Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Menurutnya, penerbangan paling padat di pulau Jawa sehingga konsentrasi AU ada di pulau Jawa, padahal negara kita begitu luas, dengan demikian akan disebar dan saat ini tengah dikaji oleh AU dimana titik poin penempatan tersebut. Di Jawa sendiri ada empat Lanud yaitu, Halim Perdanakusuma, Yogya, Madiun dan Malang.

“Februari saya harus melaporkan ke Presiden sehingga nanti keputusan, keputusan pemerintah berikut pos-posnya baik Darat, Laut maupun Udara”, tandasnya seusai menjadi irup pada acara tersebut.

Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (foto: linda herawati)

Saat disinggung apakah AU akan mengembangkan pangkalan udara di Morotai, Panglima tidak mengatakan iya atau tidak, Gatot hanya melontarkan jawaban Angkatan Udara sedang mengkaji itu.

Sementara Kasau yang dua hari lalu dilantik Presiden Jokowi mengatakan, sesuai dengan konsep poros maritim dunia, rencana gelar yang disampaikan Panglima bahwa AU akan mengembangkan Natuna, Morotai, Biak, dan Selaru. Dan tidak berpikir Jawa sentris lagi tapi mulai berpikir Indonesia sentris.

Selain itu, AU juga berencana membuka jalur penerbangan lain di pulau Jawa, yaitu jalur selatan. Menurutnya, jika jalur itu dibuka maka akan menghemat BBM antara 15 sampai 20 persen. membuka jalur selatan, sebab lalulintas di jalur utara saat ini suah terlalu padat.

“Itulah yang diinginkan pemerintah dan kita akan mendukung rencana itu. Sehingga tidak lagi di sebelah utara, dan akan kita bagi ke selatan”, ungkapnya.

Namun, terkait pertahanan negara di jalur selatan nanti, AU tetap akan mengeluarkan ‘Notime” jika ada latihan dari lanud Iswahyudi. Hal seperti itu tetap diwadahi AU untuk pertahanan negara.

Sementara, mengenai peristiwa kecelakaan pesawat yang beberapa kali menimpa AU, Kasau akan melakukan pengkajian dan akan melakukan hal yang terbaik yaitu, manajemen. “Bagaimana manajemen latihan dan pengadaan, dua ini yang bagus tentunya akan menekan angka kecelakaan”, tandasnya.

Menurutnya, dengan dua manajemen tersebut, ia mengharapkan berdampak positif yaitu zero accident atau nol kecelakaan. Seperti yang diharapkan semua pihak, meminimalisir  kecelakaan terbang.linda.

Leave a Reply