Olah Rumput Laut, Dirjen Perikanan Budidaya Tambah Penyuluh

Home, Nasional

Jakarta, Budidaya rumput laut kian mendapat perhatian besar dari pemerintah, tahun ini produksi rumput laut mencapai 11 juta ton, kedepannya angka itu ditargetkan naik menjadi 13 juta ton. Produksi itu selama ini diekspor langsung, nantinya sekitar 20 persen harus diolah sebelum jadi komiditas ekspor.

Dirjen Perikanan Budidaya  Slamet Soebjakto mengatakan, dari 100 persen rumput laut kering, sekitar 20 persen dijasikan bahan olahan dan hasilnya dikespor. Sementara yang 80 persen sisanya juga diekspor langsung. Jadi ekspor itu dibagai dua material dan bahan olahan.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP (kiri) Slamet Soebjakto (foto: linda herawati)

Menurutnya, selama ini pembudidaya tidak menjual 100 persen tanaman rumput laut, meskinya 100 persen produksi mereka dijual. Jika hendak menanamkan rumput laut lagi, sebaiknya menggunakan bibit yang baru bukan bibit yang sudah ada sebelumnya.

Hal itu menurutnya lagi. merupakan kendala yang harus diatasi yaitu dengan memperbanyak penyuluh di lapangan. selain itu karena pengelohan rumput laut memanfaatkan teknologi perlu disosialiasikan mengenai pemahaman tersebut.

“Kendala kita di teknlogi, ini kan full teknologi sosialisasi kita perlu pemahaman. Perlu tenaga yang banyak untuk pendampingan, karena ini bukan saja merubah rumput lautnya tapi mindset pembudidayaan rumput lautnya juga dirubah”, tandasnya.

Selain akan menambah penyuluh, pihaknya juga akan memperluas lahan budidaya, baik itu rumput laut atau ikan budidaya. Diperluasnya lahan budidaya bukan saja menggembirakan para petani, tapi juga adanya bantuan pakan ikan mandiri untuk menekan ongkos dengan jalan membuat pakan secara mandiri.

Bukan hanya itu, Peraturan Menteri yang baru juga mempermudah ekspor budidaya, sehingga situasinya kembali normal. Bahkan tahunan depan pihak Dirjen Perikanan Budidaya akan menggenjot produksi Kerapu dengan melakukan revalitalisasi.linda.

Leave a Reply