Menhan: Berpakaian Logo Partai Terlarang, Bisa Dihukum

Home, Nasional

Jakarta, inspiras1nusantara, Maraknya peredaran lambang partai terlarang melalui kaos dan penanganan aparat keamanan menimbulkan pro dan kontrak. Menurut Menhan Jendral Purn Ryamizard Ryacudu, kita menghadapi ancaman dari pihak yang bersimpati dengan Isis, dan satu lagi yang sudah dilupakan muncul lagi minta diingat. Ada Undang-undang dan Tap MPR, tentang berpakaian palu-arit bisa dihukum 20 tahun.

Hal itu dikatakan saat silahturahmi dengan Nahdatul Ulama (NU) dalam rangka menyonsong seabad organisasi keagamaan tersebut, di Kemenhan, Jakarta. Acara diisi dengan dialog terkait maraknya peredaran lambang PKI di masyarakat.

Lebih lanjut Menhan mengatakan, dimanapun di dunia sesuatu yang dilarang itu tidak diperbolehkan muncul lagi, seperti di Jerman jika ada yang mengenakan kaos berlambang Nazi  ditangkap. Begitu pula di negeri Paman Sam, orang yang memakai baju bergaya Ku Klux Klan juga ditangkap.

“Jadi nggak boleh membangkitkan kebencian masalah lalu, ini membangkitkan tidak bagus itu. Jadi pada prinsipnya negara tidak memperbolehkan tapi banyak yang tidak tahu, maka kita kasih tahu ini tidak boleh”, pungkasnya.

Menhan Ryamizard Rycudu (foto: linda)

Menurutnya, negara tidak membenci komunis bahkan Indonesia tetap berkawan dengan Rusia, China, dan Vietnam, tapi PKI ini memberontak, saat bangsa tengah berperang melawan penjajah mereka menusuk dari belakang. Seharusnya mereka lah yang meminta maaf karena sudah memberontak dan membunuh.

Menhan berpikir secara cerdas dan masuk akal, dia pun menyarankan pihak lain tidak membalikan fakta dan berniat membongkar kuburan. Bangsa ini bangsa pemaaf, selaku negara kita tak pernah meminta bongkar kuburan korban pembantaian Westreling, begitu juga dengan korban kerja paksa pembangunan jalan antara Anyer-Panarukan.

“Sudah istirahat dengan tenang jangan dibongkar-bongkar lagi. Sudah rumah diusir, dikuburan diusir pula. Yang sudah berlalu ya sudahlah, jangan dibangkitkan lagi”, tandasnya.

Dia pun menegaskan, bahwa dia mengatakan hal itu sebagai Menteri Pertahanan bukan provokator. Tugas pokok Menhan adalah menjaga pertahanan negara, pertahanan dilihat dari ancaman, ada fisik dan nonfisik. Kita menghadapi ancaman bom oleh pelaku yang bersimpati dengan Isis, dan satu lagi yang sudah dilupakan, muncul lagi.

Negara Pancasila itu harga mati, menurutnya ada 5 paham di dunia ini, Liberal Kapaitalis, Sosialis, Komunis, Radikal, dan Pancasila. Paham satu sampai empat buatan manusia, sedangkan Pancasila merupakan berkah dari Allah SWT. Pancasila harga mati kita tidak boleh takut dengan yang lain karena Allah melindungi kita.linda.

Leave a Reply