Lokasi Wisata Bersih, Datangkan Keuntungan Lebih Banyak

Home, Megapolitan

Jakarta, inspiras1nusantara, Kita belum sepenuhnya sadar kalau kebersihan mendatangkan rejeki, padahal dengan menjaga kebersihan bermanfaat bukan saja untuk diri sendiri tapi juga untuk kenyamanan orang lain. karena itu Kemenko Kemaritiman konsen dengan kebersihan terutama di lokasi wisata dan di setiap festival budaya yang diselenggarakan.

Bila diingatkan dengan jargon ‘Kebersihan sebagian dari iman’ banyak orang menganggap angin lalu meski kita dikenal bangsa yang teguh dengan agama. Hanya dengan tindakan dan bukti nyata masyarakat akan tergugah menjaga kebersihan dirinya yang akan berimbas pada kebersihan lingkungan.

Seperti yang diungkap Dra. Musyarafah Machmud sebagai Wakil Ketua Satgas GBBS,  selaku penggerak Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS). Menurutnya,  bersih dari sampah itu tak hanya di lokasi wisata tapi juga di setiap event dan lingkungan kita. Maka bila ingin mengadakan event, pihaknya selalu minta panitia bertanggungjawab dengan kebersihan, sebelum, saat berlangsung, dan sesudah event digelar.

Pelajar Belitung antusias jadi relawan Gerakan Budata Bersih dan Senyum (GBBS)

Jangan sampai kejadian di Kayong (lokasi Sail Karimata) banyak wisatawan mancanegara mengeluh karena laut kita banyak sampah. Mereka sudah menyempatkan diri berlayar selama 3 bulan hanya ingin mancing, tapi saat melempar kail bukan ikan yang didapat tapi sampah yang terkail.

“Itu jadi kampanye jelek buat wisata kita. Ini kita perangi agar kita meningkatkan kebersihan bersama.  Kita harus sadar bahwa kita urutan ke 109 dari 141 negara untuk urusan kebersihan, dan peyumbang sampah nomor dua di dunia. Ini yang harus kita perangi”, paparnya Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemenko Maritim, biasa disapa Ara.

Karena itu, Kemenko Kemaritiman terus menggeber GBBS di setiap lokasi wisata dan di perhelatan festival. Memenuhi target kunjungan wisman dengan menggelar event berskala internasional perlu didukung, tapi destinasi disiapkan  yang rapih dan bersih agar turis mau berkunjungi lagi dan tidak kapok karena lokasinya kotor.

“Ujungnya dengan budaya bersih, adalah perbaikan ekonomi kesejahteraan masyarakat. Kalau wisman datang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, apapun yang kita jual pasti dibeli orang yang datang” ujarnya pada inspiras1nusantara.

Upaya yang dilakukan adalah merekrut relawan GBBS, siapapun boleh menjadi relawan ini baik itu komunitas, mahasiswa, PNS atau pejabat sekalipun untuk menjaga kebersihan. Di festival Belitung, mereka mampu merekrut 200 oang meski dalam waktu singkat, ini membuktikan masyarakat mulai tergugah dengan kebersihan.

Selain mencari relawan, pihak Kemenko juga meminta pemda mengedepankan aturan untuk menjaga kebersihan. Masyarakat harus dipaksa agar tak membuang sampah sembarangan, contohnya Singapura kotanya besih karena hukum diterapkan bagi pelanggar baik berupa kurungan maupun denda yang besar.

Ia pun berharap, masyarakat sadar akan kebersihan karena kalau bersih membuat nyaman  diri sendiri. Mulailah menerapkan untuk diri sendiri, kalau punya sampah itu tanggujawab kita. taruh saja ditas atau dikatong lalu buang di tempatnya, belajar bertanggungjawab atas sampah kita sendiri.linda.

Leave a Reply