Kuasai Teknologi Pengawaten, Batan Bangun Iradiator Gamma

Home, Nasional

Jakarta, inspiras1nusantara, Guna penguasaan teknologi pengawatan makanan, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerjasama dengan Izotop-Hongaria mengembangkan fasilitas iradiasi sinar gamma yang disebut dengan Iradiator Gamma Serbaguna.

Iradiator Gamma yang bersifat multi fungsi dengan kapasitas maksimum 2 mega currie (2 MCi) tersebut akan dibangun di Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan. Gorundbreaking pembangunan Iradiator akan dilakukan oleh Menteri Ristekdikti, Kepala BATAN dan Walikota Tangerang Selatan pada tanggal 29 Maret 2016.

Pembangunannya diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2017. Dengan kapasitas 2 MCi Iradiator akan mampu melayani proses iradiasi hingga 123 meter-kubik per hari. Dalam pembangunan Iradiator tersebut BATAN memiliki kontribusi tingkat kandungan komponen lokal (local content) sebesar 78 persen.

Tujuan utama pembangunan Iradiator adalah untuk meningkatkan penguasaan teknologi dari tahapan desain, konstruksi dan pengoperasian. Selain itu, Iradiator dapat digunakan untuk mendemonstrasikan kepada stakeholder dan masyarakat bahwa teknologi proses pengawetan dan sterilisasi menggunakan radiasi aman untuk makanan, obat-obatan, bahan herbal, kosmetika dan alat kesehatan.

Teknologi pengawetan dan sterilisasi radiasi gamma memiliki beberapa keunggulan, yaitu, dapat membunuh bakteri, kuman, telur, larva, serta serangga hingga lapisan dalam dari produk yang diiradiasi. Tidak memerlukan bahan pengawet sehingga tidak menimbulkan residu bahan kimia beracun.

Produk yang diiradiasi aman untuk dikonsumsi, dilakukan pada proses dingin sehingga tidak merusak/mengubah nutrisi pada makanan yang diiradiasi dan kemasannya. Proses iradiasi dilakukan pada produk yang sudah dikemas siap kirim sehingga akan terhindarkan dari terjadinya proses rekontaminasi.

Satu fasilitas iradiator dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, antara lain menghambat pertunasan, pitosanitari, karantina buah, mengurangi kandungan bakteri patogen, kapang, jamur dan mikroorganisme lainnya, memperpanjang daya simpan, dan disinfestasi serangga.

Terbukti aman digunakan selama 50 tahun, dan sudah diizinkan penggunaannya dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 701/Menkes/Per/VIII/2009.

Kedepan, iradiator gamma serbaguna diharapkan akan menjadi model atau master dari pembangunan iradiator lain di seluruh Indonesia. Saat ini di Indonesia hanya terdapat satu iradiator gamma komersial yang beroperasi untuk melayani industri sterilisasi.

Jumlah ini sangat sedikit dan tidak memadai apabila dibandingkan dengan jumlah produk pertanian, perikanan beserta produk olahannya serta produk industri yang dapat memanfaatkan Iradiator.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, untuk mempercepat pembangunan iradiator gamma serbaguna di Kawasan Puspiptek Serpong, BATAN mengembangkan desain Iradiator multi fungsi bekerja sama dengan Perusahaan Izotop-Hongaria yang telah berpengalaman dalam membangun Iradiator yang handal, aman dan efisien, serta memenuhi ketentuan Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA). MOU kerjasama rekayasa iradiator gamma dengan pihak Izotop-Hongaria telah ditandatangani pada 25 September 2014 di Wina.linda.

Leave a Reply