Kasau : Prajurit AU Melawan Kodrat

Home, Matra

Jakarta, inspiras1nusantara, Prajurit TNI Angkatan Udara hidupnya itu melawan kodrat, yang seharusnya hidup di darat menghirup oksigen nyaman tapi bermain-main di udara yang oksigennya tipis. Karena itu mereka harus kuat moralitas, punya karakter kuat, dan sulit dipengaruhi. Demikian menurut Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna, saat peringatan hari jadi ke-70 TNI AU, di lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Dijelaskan, segala sesuatu harus terlatih, jadi punya karakter yang kuat sulit dipengaruhi, sulit diganggung, dan sulit tergoda. Karena itu, setiap sambung rasa, dia mengingatkan para penerbang AU untuk tak lupa atau sombong. Karena kesombongan kita bisa dimurka Yang Maha Kuasa, kita pun dibuat lupa olehNya.

“Kita mainnya second (detik) apalagi aerobatik. Maka harus dilandasi moralitas dan integritas tidak bisa dipengaruhi, akhlak itu harus kuat. Eh, bisa nih begini, sudah tampil begini saja, aerobatiknya begini, ga bisa, Segala sesuatu harus terlatih”, pungkasnya.

Kasau, Marsekal TNI Agus Supriatna

Acara peringatan ulangtahun TNI AU dimeriahkan beberapa demo, mulai dari simulasi pembebasan sandera yang diperagakan Detasemen Barvo Paskhas, aerobatik tim Jupiter, dan simulasi serangan udara dengan pesawat tempur jenis Sukhoi Su-27, F-16, dan Hawk.

Menurutnya, peragaan yang dilakukan prajurit AU itu, dimaksud untuk menunjukan apa yang dibutuhkan TNI AU ke depan. Salah satunya adalah formasi composite strike, operasi udara yang ada di doktrin Swa Bhuwana Paksa. Salah satu operasi udara strategis yang disimulasikan, melaksanakan operasi dukungan sebelum pasukan lain masuk, pesawat AU menghancurkan sasaran strategis terlebih dulu.

Apa yang diharapkan dan diingkan Angkatan Udara dijawab pemerintah, Kemenhan sudah menindaklanjuti keinginan tersebut. Menurut Kasau, penambahan radar, penambahan alutsista pengganti F-5 sudah akan ditindaklanjuti dalam rencana strategis tahap kedua.

“Alhamdulillah, pemerintah sudah tahu bagaimana kepentingan dirgantara ini. Semua pesawat yang ada akan di up grade, di modernisasi dan yang belum lengkap akan dilengkapi. Kalau kita menguasai dirgantara tidak mungkin negara lain main-main atau lewat sembarangan ke wilayah kita” tandasnya.

Menyinggung 10 WNI yang disandera kelompok bersenjata Abu Sayaf, Kasau mengatakan, TNI masih menunggu ijin dari pemerintah Filipina, meski kita punya kemampuan untuk membebaskan. Pertama, kemampuan pengintai, bisa memantau satu titik orang, meski sembunyi di pohon atau dimana saja bisa ditangkap. Intinya prajurit TNI AU siap melaksanakan tugas negara.apr/foto:linda.

Leave a Reply