Kapal Perintis, Cuma 15 Ribu ke Pulau Seribu

Home, Megapolitan

Jakarta, inspiras1nusantara, Kementerian Perhubungan mulai Sabtu (29/01) mengoperasikan Kapal Perintis KM. Sabuk Nusantara 46 yang diresmikan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan didampingi Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di dermaga Kade Baru Timur (KBT) Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Kapal tersebut bakal melayani masyarakat yang ingin berkunjungi ke Kepulauan Seribu dengan tarid sekali jalan 15 ribu rupiah.

Kapal berbobot 350 grosston dengan kapasitas 225 penumpang akan melayani perjalan ke gugusan Pulau Seribu, termasuk pulau tempat wisata. Kapal buatan dalam negeri ini juga dilengkapi kasur yang berfungsi sebagai kursi penumpang. Kapal ini berangkat pukul 7 pagi dari pelabuhan Sunda Kelapa dan dari Kepulauan Seribu pukul 19.00 malam, perharinya hanya sekali perjalanan.

Usai peresmian kapal tersebut Menhub mengatakan, soal kasur jadi tempat duduk itu urusan Pelni apakah tetap atau diganti. Pihaknya memberikan toleransi, bila tidak ada cargo. Kapal ini mampu mengangkut 225 penumpangnya. Seandainya kasur itu tidak diperlukan bisa diangkat dan diubah jadi kursi, karena perjalanan hanya butuh waktu 4-5 jam.

Recananya November nanti Kemenhub juga akan meluncurkan jenis kapal yang sama, namun tak lagi menggunakan kasur tapi kursi yang sandarannya bisa dirubah sesuai keinginan, dan tetap menggunakan produksi dalam negeri.

Menhub Ignasius Jonan dan Gubernur DKI saat menikmati pelayaran kapal perintis di perairan Jakarta

“Buatan dalam negeri, termasuk komponennya kecuali alat bantu navigasi, mesin. Dan radar. Tapi kalau kapal dibangun di sini” kilahnya.

Sementara Gubernur DKI yang biasa disapa Ahok mengatakan, kapal ini tetap dikelola oleh Kemenhub dan sengaja diluncurkan untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke gugusan Pulau Seribu. Meski ada permintaan digratiskan pihaknya tidak bisa menyanggupi karena kapal tersebut milik Kemenhub bukan atas nama Pemprov DKI.

“Pemegang KTP Pulau Seribu, dia mau pakai yang ini (kapal perintis) ya bayar 15 ribu. Tapi naik Transjakarta tidak bayar, jadi Transjakarta yang jemput mereka”, pungkasnya.

Menurutnya, jika pemegang KTP Pulau Seribu menumpang kapal kayu yang selama ini beroperasi di Kepulauan Seribu itu gratis, karena biaya ditanggung pemprov DKI yang dibayar dengan mekanisme rupiah per mil ke pemilik kapal. Selama ini lalulintas dari kepulauan Seribu ke Jakarta dilayani kapal kayu.

“Selama ini kita minta naikkan untuk persyaratan keamanan saja mereka keberatan karena berimbas pada kenaikan tariff. Ongkos naik penumpangnya bisa sepi, makanya mereka tidak mau. Kita cari solusinya, mereka kami bayar rupiah per mil. Untuk apa? Untuk orang Pulau Seribu, KTP pulau seribu ga usah bayar”, ujarnya.

Nantinya akan dibangun halte bus Transjakarta di pelabuhan Sunda Kelapa setelah mendapat ijin dari pengelola pelabuhan yaitu Pelindo. Sekarang tak perlu repot jika masyarakat ingin berwisata bahari cukup dengan 15 ribu bisa menikmati pesona alam pulau seribu.linda.

Leave a Reply