Jangan Sebarkan Obyek Vital di ‘Pokemon Go’

Home, Nasional

Jakarta, inspiras1nusantara, Aplikasi game interaktif ‘Pokemon Go’ yang belum lama dirilis di wilayah Asia termasuk Indonesia, bisa saja menjadi bagian dari mata-mata global. Karena itu pihak Kementerian Pertahanan mewaspadai permainan itu, dan meminta para penggunanya tidak mengambil gambar di obyek vital.

Menteri Pertahanan Jendral (Purn) Ryamizard Ryacudu saat menggelar Hal bi Halal dengan awak media mengatakan, permainan interaktif itu ada bahayanya yang mewajibkan penggunanya mengambil gambar lokasi adanya ikon dalam game tersebut.

Menurutnya, bukan game-nya yang dilarang atau tidak diijinkan begitu pula foto yang diambil para pemainnya, tapi yang tidak diperbolehkan itu mengambil gambar di obyek-obyek vital, seperti Istana negara, lokasi militer, bandara dan lainnya. Pihaknya patut mewaspadai permainan tersebut apalagi jika foto obyek vital tersebut tersebar.

Menhan Ryamizard Ryacudu (foto: linda)

“Pokemon ada bahayanya, apalagi pakai foto-foto. Obyek vital itu gak boleh diambil termasuk istana, jelas ga boleh. Kalau di pasar ya boleh-boleh saja,” ungkapnya.

Karena itu, nantinya Kemenhan akan mengeluarkan instruksi larangan bagi jajaran dibawahnya untuk tidak mempublikasikan obyek-obyek vital dalam permainan tersebut. Dan sudah menjadi kebiasaan setiap ada yang baru, masyarakat ramai-ramai latah ikut mencoba, karena itu harus waspada.

Menhan sendiri mengaku tidak ikut memainkan game ‘Pokemon Go’,  ia enggan bermain game dan jujur mengakui bahwa dirinya gaptek soal permainan yang menggunakan gadget. “Saya ini gaptek loh, gini-gini”, tambahnya mengakhir pembicaraan dengan media.linda.

Leave a Reply