Indonesia Kuatkan Kelautan dan Perikanan Diapresiasi Dunia

Home, Nasional

Jakarta, inspiras1nusantara, Indonesia mendapat apresiasi tinggi dari perwakilan dan delegasi negara, lembaga swadaya masyarakat serta perkumpulan masyarakat sipil sebagai pemimpin dalam penguatan dimensi kelautan dan perikanan dalam agenda perubahan iklim global.

Apresiasi tersebut dari acara Membangun Ketangguhan untuk Adaptasi Perubahan Iklim bagi Negara kepulauan dan Negara Kepulauan Kecil Berkembang (Building Resilience for Climate Change Adaptation in Archipelagic and Small Island Developing States) sebagai acara resmi Sesi 22 Konferensi Para Pihak Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Konvensi Perubahan Iklim (the 22nd session of Convention of Parties, the United Nations Framework on the Climate Change Convention/UNFCCC)  pada tanggal 11 November 2016 di Marrakesh, Maroko.

Acara yang dihadiri oleh lebih 150 peserta ini diselenggarakan bersama dengan Global Ocean Forum and World Ocean Network. Acara ini merupakan forum untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan pembelajaran dari para pengambil kebijakan dan praktisi untuk membangun dan memperkuat kapasitas ketangguhan bagi negara kepulauan dan pulau-pulau kecil negara berkembang (Small Island Developing States/SIDS) dalam menghadapi dampak perubahan iklim, terutama untuk sektor kelautan dan perikanan.

Acara ini dihadiri oleh panelis yang terdiri dari menteri, duta besar dan pejabat senior, yaitu H.E. Mr. Abdullahi Majeed, Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Energi, Maladewa; H.E. Mr Ronald Jumeau, Duta Besar untuk Perubahan Iklim dan SIDS, Republik Seychelles dan Dr. Biliana cicin-Sain,

Presiden Global Ocean Forum. Dalam kegiatan ini juga dilanjutkan dengan sesi yang berisikan perkembangan terkini untuk isu Kelautan dan perubahan iklim dari Dr Emily Pidgeon, Conservation International, Mr Gerald Miles, Wakil Presiden/Global Development, Rare dan Mr Manuel Cira, World Ocean Network. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Maroko Endang Dwi Syarief Syamsuri.

Dr Achmad Poernomo, Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan dan Utusan Khusus Perubahan Iklim dalam sambutannya atas nama menteri mengatakan bahwa: “peran laut dalam mengendalikan iklim serta mengatasi dampak perubahan iklim global sangat penting”.

Lebih lanjut, Achmad menekankan bahwa Perjanjian Paris mengakui pentingnya laut dalam bagain Pembukaannya  dan dalam bagian Integrasi Ekosistem. Pengakuan ini memberikan dasar untuk pemahaman yang lebih komprehensif untuk menanggulangi dampak dari perubahan iklim dan membangun ketangguhan terutama untuk negara kepulauan dan negara pulau-pulau kecil berkembang. Selain itu, Dr. Poernomo menyoroti bahwa Indonesia berkomitmen menerapkan pendekatan berbasis ekosistem dalam mengelola ekosistem pesisir dan laut serta daratan, meningkatkan pengelolaan sumber daya alam dan meningkatkan ketangguhan iklim dengan melindungi dan memulihkan peran penting ekosistem terestrial, pesisir dan laut.humas/linda.

Leave a Reply