HUT Kopassus, Bagikan 6900 Sembako dan Torehkan Rekor Dunia

Home

Jakarta, inspiras1nusantara, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) genap berusia 69 tahun, perayaan ulangtahun tersebut diselenggarakan secara sederhana namun tak mengurangi nilai dari perayaan tersebut. Selain upacara, Kopasssus juga mengadakan bhakti sosial dengan membagikan 6900 sembako ke warga binaan. Dan memecahkan rekor dunia menghancurkan benda-benda keras dengan mata tertutup sebanyak 69 benda.

Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Mohamad Hasan, S.H mengatakan, rangkaian acara peringatan HUT Ke-69 Kopassus diselenggarakan secara sederhana. Selain itu Kopassus juga menggelar bhakti sosial bertema “Kopassus Peduli Berbagi”.

6900 bingkisan dari berbagai pihak dibagikan Kopassus ke masyarakat binaan di sekitar mako Kopassus, dari ciracas hingga Kalisari. “Kita tak mungkin salah membagi, karena yang namanya warga binaan tentu kita tahu mana-mana saja yang kita bagikan. Kopassus tak punya wilayah teritorial, karena itu kita membina masyarakat di sekitar Mako”, tambahnya.

Secara simbolis Danjen Kopassus menyerahkan bantuan ke beberapa warga binaan, selanjut delapan truk mengangkut sembako pun dilepas Danjen menuju lokasi guna membagikan 6900 paket sembako. Selain di sekitar Mako, bantuan ini juga dibagikan ke warga binaan Grup l Kopassus di Serang, Banten, dan Grup 2 di Surakarta.

Danjen Kopassus Mayjen TNl Mohamad Hasan, S.H., foto bersama penerima bantuan kemanusiaan Kopassus, di Cijantung, Jakarta.foto: linda herawati.

Sementara, di hari jadinya yang Ke-69 Kopassus mampu memecahkan rekor, dimana selama ini belum ada institusi yang mampu membuat rekor yang diciptakan Kopassus. Pemecahan rekor tersebut menggunakan bela diri tradisional, pencak silat Merpati Putih pecahkan benda keras dengan mata tertutup.

Memang HUT Kopassus kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, saat upacara pun tak ada atraksi maupun defile militer, hanya upacara sederhana hanya beberapa prajurit dalam setiap Kesatuan. Namun, kesederhanaan itu tak mengurangi nilai dari perayaan Hari Jadi Kopassus.

Danjen mengatakan, di masa pandemi kita semua harus saling membantu dan mengurangi beban masyarakat. Karena itu perayaan HUT Kopassus digelar secara sederhana, meski demikian kami tetap berusaha menjadi prajurit yang profesional dengan mengikuti perkembangan teknologi. Dan kami juga tak meninggalkan tradisi para leluhur, pencak silat tetap menjadi bela diri yang harus dikuasai prajurit. Dengan pencak silat kami mampu memecah rekor pemecahan benda keras dengan mata tertutup.Selamat Ulangtahun Kopassus, Komando!.linda.

Leave a Reply