Dukung Poros Maritim, TNI AU Kaji kebutuhan

Home, Matra

Jakarta, inspiras1nusantara, Keinginan pemerintah menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, tentunya juga harus didukung oleh semua  kemampuan yang dimiliki, baik darat, laut dan udara. Karena itu TNI Angkatan Udara selaku kekuatan matra udara mengkaji dan membahas hal itu untuk mendukung keinginan pemerintah, lewat seminar dirgantara dalam rangka hari jadi ke-70 TNI AU.

seminar dibuka Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Agus Supriatna bertema Penguatan Angkatan Udara Dalam Mendukung Poros Maritim Dunia di Persada Purnawira, Halim Perdanakusuma.

Kasau mengatakan, seminar ini untuk mendukung adnya kebijakan pemerintah dan keinginan menjadi poros maritim dunia. Bagaimana peran TNI AU guna mewujudkan hal itu, AU harus mampu meng-cover semua kegiatan di laut, dengan peralatan yang dimiiki.

“Kita seminarkan agr semua bisa menganalisa kalau seperti ini, alutsista seperti ini, kemampuan udara seperti ini bisa tidak mendukung, atau bagaimana peran TNI AU bisa mewujudkan poros maritim dunia”, tandasnya.

Nantinya hasil dari seminar itu akan dikaji. Sementara untuk mendukung poros maritim dunia dengan alur luat kepulauan Indonesia (alki) 1, 2, dan 3 yang begitu luas berarti harus ada kekuatan udara yang bisa cepat hadir dimana saja, dan mampu berfungsi ganda yaitu pesawat amfibi.

Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna

“Pengawasan laut, jujur belum optimal karena alutsista belum dilengkapi dengan SAR radar sistem. Automatic identification system, sensor dan real time data link ke Pusdalops secara real time,” pungkasnya.

Menurutnya, hingga kini prajurit matra udara belum memiliki alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dilengkapi dengan sistem radar SAR serta radar otomatis pendeteksi tersebut.

Idealnya untuk menjaga luas wilayah Indonesia TNI AU butuh satu skuadron, untuk 1 alki saja memerlukan sedikitnya empat pesawat. Pelanggaran wilayah udara sendiri saat ini masih tinggi, sementara kita hanya mengandalkan pesawat tempur dan radar guna menjaga kawasan nusantara.

Soal pesawat jenis apa yang cocok untuk Indonesia, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan). “Ya, kebutuhan minimalnya (satu skadron). TNI AU hanya menyampaikan spektek, kebutuhan dan kemampuannya seperti ini”  tutupnya.linda.

Leave a Reply