Danyon Kavaleri 9 : Profesional dan Dicintai Rakyat

Home, Matra

Jakarta, inspiras1nusantara, Mayor Kav Muhammad Arifin, SH menggantikan Letkol Kav Soleh  S.sos sebagai komandan Batalyon Kavaleri 9/penyerbu (yonkav 9). Dibawah pimpinannya ia berjanji batalyonnya makin solid, disiplin, professional dan dicintai rakyat.

Usai upacara serah terima jabatn yang dipimpin langsung Komandan Brigif-1 PIK/JS Kolonel Inf Rionardo, komandan ‘anyar’ Yonkav 9 mengatakan, batalyon jadi tim yang solid, disiplin, profesional dan dicintai rakyat. “Karena memang itu, dan saya pikir tugas ke depan makin berat. Kemudian lingkungan seputar kita juga seperti ini (lingkungan perkotaan)”, kilahnya.

Karena itu, menurutnya, hal yang paling utama adalah kedisiplinan prajurit Yonkav 9, karena itu bermuara untuk kebaikan TNI terutama Angakatan Darat dan kebaikan untuk bangsa. Dan yang terpenting bagaimana batalyon akan manunggal dengan rakyat, seperti diketahui TNI itu dari rakyat untuk rakyat.

Maraknya peredaran narkoba serta radikalisme belakangan ini juga dikhawatirkan Mayor Kav Muhammad Arifin, karena itu ia berpedoman bagaimana menjaga anggotanya agar tak terjebak dalam lingkaran tersebut yaitu, melakukan pembinaan dan pembekalan pada anggota Yonkav 9.

“Yang penting pembinaan dan pembekalan anggota agar kita nggak ikut-ikut termakan, memang rawan itu. Nanti kita ada pembinaan ada penyuluhan, ceramah, dan kita libatkan instansi terkait dan Pemda setempat” pungkasnya.

Yonkav 9 adalah sebuah pasukan kavaleri Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dibentuk pada tanggal 9 Oktober 1971, bermarkas di Serpong, Tangerang, Banten, atau disebut juga batalyon kavaleri 9/cobra. Saat itu batalyon kavaleri 9 masih tergabung dalam brigade kavaleri I / Kostrad, kemudian pada tahun 1985 batalyon kavaleri 9 dipindahkan ke Brigif 1/Jaya Sakti sesuai dengan SK KASAD no.43/V/1985 pada tanggal 27 Mei 1985.

Komandan Batalyon Kavaleri 9/penyerbu, Mayor Kav Muhammad Arifin, SH.

Brigadi Infanteri 1/Jaya Sakti adalah kesatuan organik Kodam Jaya yang bertugas mengamankan Ibukota RI. Pembentukan Brigif 1/Jaya Sakti pada tanggal 27 Desember 1963 sesuai keputusan Pangdam V/Jaya No. Kpts/177-12/XII/1963. Brigif 1/Jaya Sakti memiliki Dhuaja “Jaya Sakti” yang mengandung arti bahwa setiap prajurit Brigif 1/Jaya Sakti. Dengan kewibawaan senantiasa mengabdikan diri sebagai bhayangkari nusa dan bangsa dengan penuh kebenaran dan kejujuran, sesuai dengan Sapta Marga TNI.

Untuk persenjataan utama batalyon kavaleri 9 senjata utama adalah Tank AMX-13 versi angkut dengan senjata 12,7 mm dan Mo 81mm buatan Amerika Serikat dengan jumlah tank 60 unit. Batalyon Kavaleri sendiri adalah satuan militer terdiri dari 3 kompi pemukul dan 1 kompi markas, Yonkav 9/cobra adalah salah satu dari kavaleri yang tersebar di beberapa wilayah.

Menanggapi penggantian Alutsista Arifin mengatakan, persenjataan itu tetap dirawat dan dijaga kondisinya, dan dipelihara sebagaimana mestinya. Soal penggantian peralatan itu merupakan komando atas, bila merujuk pada rencana tahun 2011 kemungkinan akan diganti Scorpion.

“Menunggu Leopard masuk ke lintas 1 dan Isyallah masuk kesini satu batalyon. Bisa akhir tahun atau pertengahan tahun ini, ya semoga lebih cepat” tuturnya.

Batalyon merupakan bagian taktis dari suatu brigade dan dapat juga berdiri sendiri dengan tugas taktis dan administratif. Dibawah Kodam Jaya dan Brigif I Pengamanan Ibukota/Jaya Sakti, bertugas sebagai pasukan pengamanan ibukota, mengamankan dan menegakan kedaulatan NKRI khususnya di wilayah ibukota, selain itu juga sebagai pasukan yang terlibat langsung dalam upacara, protokoler, serta pengaman objek vital.linda.

Leave a Reply