Blok Natuna, Pertamina Harus Buat Skenario Ekonomi

Home, Nasional

Jakarta, inspiras1nusantara, Sejarah baru selama Indonesia mengeksplor gas alam, Natuna tercatat memiliki cadangan gas terbesar di Asia tenggara. Diperkirakan jumlahnya mencapai 222 triliun kubik. Karena itu Kementerian Maritim dan Sumber Daya Pertamina diminta duduk bareng membuat skenario ekonomi menyangkut cadangan gas di kepulauan tersebut.

Sayangnya, meski memiliki cadangan besar namun kandungan CO2 (karbondiosida) mencapai 72 persen, artinya hanya sekitar 46 persen saja yang bisa dikomersilkan. Cadangan sebesar itu terdapat di blok A di perairan kepulauan Natuna.

Staf ahli bidang energi Kemenko Maritim dan sumber Daya, Dr. Haposan Napitupulu mengatakan, dalam waktu dekat ini pemerintah akan perundingan menyangkut masalah perbatasan. Dan Pertamina bersama mitranya diminta membuat rencana fiskal guna mengembangkan lapangan Natuna.

Dr. Haposan Napitupulu (foto: linda herawati)

“Fiskalnya harus menarik, artinya si kontraktor itu harus masuk ke ekonomi dan gasnya bisa terjual. Jadi Pertamina dan pemerintah harus duduk bersama untuk membuat skenario keekonomian lapangan ini agar bisa dikembangkan”, tandasnya saat menggelar diskusi bertema Aspek Hukum Reklamasi dan Potensi Natuna, di kementerian Kordinator Maritim dan Sumber Daya.

Sementara menyangkutnya banyaknya kandungan CO2, menurutnya karbondiosida itu bia dimanfaatkan jika sedikit, seperti untuk pembuatan dry ice sebagai bahan untuk membekukan makanan. Dan nantinya hal itu akan dipisahkan dari gas metan agar tidak mencemari lingkungan.

Sebetulnya sejak tahun 60-an lapangan natuna ini sduah dikerjakan, namun karena harga jual minyak terus menurun dan biaya produksinya hanya berbanding tipis dengan harga jual gasnya. Karena itu pihak Pertamina dan mitranya menghentikan sementara mengembangkan blok Natuna.linda.

Leave a Reply