Banyak Industri Pertahanan bakal Dibangun

Home, Nasional

Jakarta, inspiras1nusantara, Pameran Industri Pertahanan selain ajang mengenalkan keunggulan produk militer masing-masing negara, juga sebagai wadah pertemuan bisnis dan kerjasama antar negara. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu  mengatakan, pihaknya banyak melakukan kerjasama dan nanti akan banyak pabrik yang akan dibangun.

Hal itu dikatakan, saat dirinya meninjau pameran Indo Defence 2016 di Kemayoran, Jakarta. menurutnya, pameran kali ini relatif lengkap. Dan pesertanya sudah bertambah banyak dibanding tahun lalu, negara yang ikut bertambah 20 persen.

Beberapa negara yang ikut memarmerkan kecanggihan alat militer mereka antara lain, Rusia, Turki, Amerka Serikat, Brazil, Korea, dan negara lainnya. dimana masing-masing negara memperlihatkan produk unggul mereka dibidang pertahanan.

Menhan Ryamizard Ryacudu bertemu dengan salah satu produsen alat pertahanan di Indo Defense (foto: linda herawati)

Untuk itu, menurut Menhan, banyak kerjasama yang sudah dilakukan dengan negara lain, yang nantinya bakal berkontribusi untuk pertahanan negara. “Pokoknya kalau kita bekerja sama itu ya sama-sama buat. Nanti akan banyak pabrik yang akan didirikan, tinggal mencari tempatnya”, tambahnya.

Langkah awal  kerjasama tersebut adalah saling mempererat hubungan persahabatan, setelah itu saling jual beli. Sebelumnya pemerintah akan melihat dulu produk seperti apa yang ditawarkan, apa saja keunggulannya, baru memutuskan membeli produk yang ditawarkan itu.

Memang banyak kebutuhan alat pertahanan kita, namun Menhan meyimpulkan, meski butuh tapi tak harus membeli dari negara luar  dan hal itu tak boleh terus menerus seperti itu. kita harus memulai membangun industri pertahanan untuk kebutuhan sendiri.

Menyinggung belum hadirnya pesawat Sukhoi yang rencananya untuk menambah kekuatan udara, menurutnya lagi, hal itu bukan beelum ada perkembangan, tapi soal harga yang belum disepakati.

“Yang lain sudah ketemu harganya. Saya mau harganya. Jangan menggelembung, nggak boleh. Kalau kita nggak tahu (harganya-red) kan jadi menggelembung. Kalau cuma 25 persen untuk mencari keuntungan itu wajar, tapi kalau lebih dari itu nggak bagus karena itu duit rakyat”, tandasnya.

Sementara mengenai kerjasama dengan Korea membuat pesawat KF-X, kedua pihak sepakat alih teknologi, nantinya Indonesia akan membuat pesawat sendiri dari kesepakatan itu. bahkan, menurutnya, pihak Malaysia sudah memesan peswat yang akan dibuat anak bangsa.linda.

 

Leave a Reply