Bangga dengan Prajurit di Kapal Selam, DPR Siap Dorong Pemenuhan Alutsista TNI

Home

Jakarta, inspiras1nusantara, Kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI belum menyentuh kekuatan minimum, untuk itu DPR bakal mendorong kebutuhan alutsista yang sudah dipetakan bisa teralisir sebelum 2024. Hal itu disampaikan Puan Maharani saat menerima brevet kehormatan “Hiu Kencana”, di kapal Alugoro-405 saat sandar di Tanjung Priok, Jakarta.

Tujuh pejabat negara menjadi anggota kehormatan KRI Alugoro-405 yang ditandai dengan penyematan brevet kehormatan “Hiu Kencana”. Ketujuh pejabat tersebut dinilai berjasa dalam memajukan TNI Angkatan Laut terutama dalam pengembangan kapal selam.

Ketujuh orang tersebut adalah Ketua DPR Puan Maharani, Menteri PPN Suharso Monoarfa, Anggota 1 BPK N. Adhi Suryadyana, Kasad Jendral TNI Dudung Abdurachman, Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo, dan Wakasal Laksdya TNI Ahmad Heri Purwono. Brevat disematkan langsung oleh Kasal Laksamana TNI Yudo Margono S.E., M.M di kapal selam hasil kerja sama Indonesia – Korea Selatan yang diproduksi di PT PAL.

Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, dirinya bangga dengan prajurit TNI AL terutama yang bertugas di kapal selam. Mereka tetap fokus menjaga kedaulatan NKRI meski ruang gerak di kapal selam terbatas, dan berada di kedalaman laut demi mengawasi teritorial kita.

“Kami semua belum pernah menumpang kapal selam tapi ternyata sangat nyaman dan sesuai dengan semboyan TNI AL bagi prajurit yang bertugas di kapal selam “Tabah Sampai Akhir”. Ruangannya terbatas, nah itulah salah satu pengorbanan prajurit TNI yang ada di kapal selam demi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Alhamdullilah cukup nyaman”, tandas Puan.

Menurutnya, Alugoro salah satu kapal perang yang punya persenjataan lengkap untuk menjaga kedaulatan negara. Kita perlu menambah kapal-kapal perang untuk menjaga wilayah laut, karena itu DPR akan mendorong agar pemenuhan kebutuhan alutsista TNI bisa dipenuhi sesuai rencana yang sudah disusun hingga 2024.

Diketahui, paling tidak kita harus memiliki 8 kapal selam hingga 2024, saat ini TNI AL baru memiliki 3 kapal selam. “DPR akan mendorong sebelum 2024 hal-hal yang belum diselesaikan harus diselesaikan. Karena apa, map yang sudah ada untuk menjaga kedaulatan NKRI melalui TNI harus segera diselesaikan sebelum 2024”, ujarnya.

Alugoro merupakan produksi anak bangsa merupakan hasil alih teknologi dengan negara lain dalam hal ini Korea Selatan yang bekerja sama mengembangkan kapal selam. Menurutnya, Indonesia bisa kerja sama dengan negara manapun karena Indonesia bebas-aktif. Namun kerja sama juga harus disesuaikan dengan geografis, situasi dan kondisi negara kita. Hal itulah yang akan didorong DPR dalam melakukan kerja sama dengan negara lain.linda.

Leave a Reply