Bahaya, Bandara Halim Over Capacity

Home, Matra

Jakarta, inspiras1nusantara, Pangkoopsau I Marsekal Muda TNI Yuyu Sutisna S.E, M.M, menilai operasional bandara Halim Perdanakusuma saat ini sudah terlalu padat, semrawut dan over capacity. Untuk itu Pangkoopsau I berinisiatif mengundang para pengelola yang terlibat dalam operasional bandara Halim untuk membahas permasalahan operasional yang sudah padat dan mulai mengkuatirkan safety penerbangan.

Rapat koordinasi yang digelar di Makoopsau, Jakarta dipimpin oleh Pangkoopsau I dan dihadiri para pejabat Makoopsau I, pejabat Lanud Halim Perdanakusuma, otoritas bandara, Angkasa Pura II, Air Navigation, para operator penerbangan seperti Batik Air, Citylink, Sriwijaya Air, dan operator penerbangan sipil lainnyabaik regular maupun charter.

Pangkoopsau I mengatakan, rapat ini untuk membahas permasalahan yang terjadi saat ini di bandara Halim Perdanakusuma, khususnya untuk keselamatan penerbangan . “No Offence, No Personal Interest, it Only About Safety”, tambah alumnus AAU 86 yang kini menjabat Panglima Koopsau I.

Masing –masing operator diberikan kesempatan untuk memaparkan terkait dibidangnya dalam pengelolaan bandara. Paparan dimulai dari pihak Lanud Halim, Angkasa Pura, Air Navigation, Otoritas Bandara, lalu dilakukan diskusi membahas persoalan bandara Halim, yang intinya untuk mencari solusi dengan prioritas safety, security, dan pelayanan.

Pihak TNI AU dalam hal ini Lanud Halim menyampaikan data dan fakta tentang kegiatan operasional Skadron Udara TNI AU, operasional penerbangan regular, serta operator penerbangan carter/kargo dikaitkan dengan kesiapan infrastruktur yang ada di bandara serta kaitan dengan slot jadwal penerbangan. Dari paparan tersebut disampaikan bahwa kegiatan penerbangan di bandara Halim sudah sangat padat dan pengelolaan parkir, ruang tunggu, dan chek in sudah tidak kondusif lagi.

“Satu hal yang sangat penting akibat dari semua hal tersebut menyebabkan latihan penerbangan TNI AU menjadi terganggu, seperti dari 7 Flight direncanakan hanya mampu dilaksanakan 3 sampai 4 sorti saja. Kondisi ini menyebabkan profisiensi para penerbang mengalami degradasi”, ungkap Kadis Ops Lanud Halim, Kolonel Penerbang Damanik.

Pangkoopsau I

Sementara dari pihak Angkasa Pura menyampaikan, operasional bandara Halim memang sudah over capacity, terutama jadwal penerbangan dari jam 06.00 sampai 12.00 yang sudah melewati batas normal. Untuk itu Angkasa Pura sudah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi padatnya jadwal dan kesemrawutan dalam melayani pelanggan seperti ruang X-Ray, waiting room, ruang chek in dan fasilitas parkir. Untuk itu, Angkasa Pura menyampaikan agar dilakukan jadwal ulang dan penataan infrastruktur yang saat ini sudah tidak memadai lagi.

Sedangkan dari pihak Air Navigation, mengakui kepadatan yang terjadi dalam pengaturan penerbangan baik penerbangan militer maupun sipil, bahkan mereka mengatakan berdasarkan kondisi saat ini agar tidak ada lagi slot penambahan jadwal penerbangan. Pihak ATC mengakui, kewalahan melayani penerbangan dan kondisi ini apabila dibiarkan akan dapat berakibat fatigue bagi operator ATC dan ini dapat berakibat fatal bagi keselamatan penerbangan.

Dalam diskusi antara pihak yang terlibat pengelolaan bandara, semuanya mengakui bahwa oiperasi bandara Halim saat ini sudah over capacity dan semua pihak sepakat untuk melakukan penataan dan penambahan infrastruktur serta jadwal ulang penerbangan regular selama kondisi bandara masih seperti saat ini, maka tidak ada penambahan jadwal penerbangan dan penambahan operator penerbangan baru.

Pangkoopsau I selaku penguasa wilayah dan bertanggungjawab terhadap keselamatan penerbangan. Secara tegas dia mengatakan, “Saat ini dengan melihat kondisi padatnya jadwal penerbangan dan keterbatasan infrastruktur pendukung, maka harus dilakukan penataan jadwal penerbangan dan fasilitas pendukung seperti pengaturan lalulintas udara, kapasitas bandara, pengaturan parkir dan traffic”.

Kejadian yang terjadi di bandara seperti accident Batik Air dengan Trans Nusa dan lainnya merupakan suatu peringatan bagi kita semua untuk tidak main-main dengan masalah safety atau keselamatan penerbangan. TNI AU menyadari penggunaan bandara Halim sebagai bandara sipil juga bermanfaat bagi masyarakat luas dan menopang padatnya bandara Soetta. Namun hal tersebut tidak boleh mengabaikan faktor keselamatan penerbangan.linda.

Leave a Reply