Wujudkan PLTN Karya Anak Bangsa, Batan Susun Detail Desain Reaktor

Home, Nasional

Jakarta, inspiras1nusantara, Selangkah demi selangkah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir bakal terealisi. Dimana rencana itu sudah disusun sejak 2014 lalu.Batan selaku badan pengembangan teknologi nuklir, tahun ini punya rencana membangun desain rinci setelah tahun lalu menyelesaikan basic engineering desain.

Kepala Badan Tenaga Nuklir (Batan) Prof. DR. Djarot S. Wisnubroto mengatakan, pihaknya membuat desainnya sendiri meski 2015 konsep awalnya dari konsersium Germany-Indonesia. Jadi kita membuat reaktor daya ekperimen (RDE) yang semuanya dihasilkan oleh anak bangsa.

Dikatakan, adapun biaya pembuatan detail desian ini, mendapat dana hibah, seperti yang dikatakan Kemenristekdikti yang memberikan dana bagi institusi yang mempunyai program unggulan, RDE ini merupakan program unggulan Batan yang mendapat dana hibah pertahunnya mencapai enam miliar selama 3 tahun.

Kepala Batan Djarot Wisnubroto (tengah0 dengan Kepala Keselamatan Reaktor Nuklir Geni Rina Sunaryo dan anggota DPR Kurtubi.(foto: linda herawati)

“Pembuatan RDE ini otomatis menjadi cara kita mengenalkan PLTN, meski ini kecil (listrik yang dihasilkan-red) kelak bisa dibangun ratusan megawatt. Selain listrik RDE ini bisa juga untuk smelter atau mengubah air laut menjadi tawar dan lainnya”, ungkapnya pada media di Serpong, Tangerang.

Sementara Kepala Keselamatan Reaktor Nuklir Geni Rina Sunaryo mengungkapkan, Indonesia bisa membangun PLTN, karena Batan adalah Litbang. PLTN yang dibangun adalah hasil penelitian dan pengembangan, maka dibangun lah RDE berkapasitas 10 megawatt. RDE ini dibangun agar Indonesia bisa membangun PLTN sendiri dengan desain karya anak bangsa.

“Dan ini adalah generasi ke-4 yang paling aman dari sisi teknologi, kita tak perlu takut dengan radiasi, sumber radiasi itu adaya di matahari tapi kita tidak takut terpapar sinar matahari, makanya tak perlu takut PLTN”, kilahnya.

Dijelaskan, desain ini akan diselesaikan dalam waktu yang singkat dan akan segera di-review Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). “Tim yang bekerja menyusun detail desain harus bekerja keras untuk mencapai target yang telah ditetapkan, Juni 2018 harus sudah jadi revisi nol dan akan di-review IAEA”, tambahnya.

Nantinya usai di-review dan dilakukan perbaikan sesuai rekomendasi yang diberikan IAEA, desain diharapkan rampung September mendatang, dan akan diluncurkan pada sidang umum IAEA di Austria. Desain ini merupakan karya anak bangsa dan menjadi cikal bakal PLTN komersial Merah Putih.linda.

Leave a Reply