TNI AU Ajak Airmen Terbaik Kunjungi Satuan-satuan di Pekanbaru

Gaya Hidup

Jakarta, inspiras1nusantara, TNI Angkatan Udara ajak 26 penulis terbaik (Airmen) di media sosial milik TNI AU, mereka diajak berkunjung ke lanud Rusmin Noeryadin, Pekanbaru, Riau termasuk ke Satuan-satuan yang berada di lanud tersebut dan juga menyambangi ruang simulator pesawat tempur. Airmen Tour ini merupakan rangkaian kegiatan HUT Ke-73 TNI AU, untuk lebih mendekatkan serta mengenal lebih jauh Angkatan Udara ke masyarakat.

Perjalanan dimulai dari lanud Halim Perdanakusuma, sekitar pukul 05.00 semua peserta berkumpul di lanud tersebut, guna persiapan dan pengecekan manifest penerbangan. Selain itu, beberapa anggota Dinas penerangan TNI AU menjelaskan rencana perjalanan ‘one day tour’ ke Satuan-satuan TNI AU di Pekanbaru, Riau.

Usai pemeriksaan dan pemaparan, sekitar pukul 07.00 Wib, satu per satu peserta memasuki pesawat Boeing 737  400 milik TNI AU. Layaknya penerbangan komersil, saat menjejakan kaki di lantai pesawat kami disambut dengan senyuman dan ucapan yang ramah langsung dari awak kabin pesawat dengan nomer penerbangan A-7308.

Semua penumpang sudah berada di kursi masing-masing, pintu pesawat pun ditutup tak lama kemudian pesawat mulai bergerak menuju landasan pacu. Lebih kurang satu jam perjalanan, pesawat yang mengangkut rombongan ‘one day tour’ Airmen menyentuh landasan lanud Roesmin Nurjadin, tiba lah kami di Pekanbaru, Riau, disambut hangat Danlanud Marsma TNI Ronny Irianto Moningka beserta jajarannya.

Lalu kami menuju bus yang sudah menunggu untuk melanjutkan perjalanan ke Skadron 12 Black Panther, di Satuan ini rombongan mendapat penjelasan dari Komandan Skadron 12 Letkol Pnb Asri Efendi Rangkuti mengenai pesawat tempur yang dimiliki Skadron tersebut. Berikut bagaimana alur Operasi militer yang dilancarkan Skadron 12, hingga mencapai target yang diharapkan dalam operasi itu.

Suasana dalam pesawat Boeing 737-400 A7308.foto:linda herawati.

Masih banyak pertanyaan di benak peserta tur mengenai pesawat yang dioperasikan Skadaron 12, karena sempitnya waktu masih mengendap dalam benak para peserta, tapi meski singkat kunjungannya semua peserta merasa puas dengan keterangan yang diberikan pihak Skadron. Bukan itu saja, pengetahuan kami pun bertambah terutama di bidang kedirgantaraan. kami juga diberi kesempatan memasuki cokpit pesawat Hawk 100.

Selanjutnya rombongan diajak mengunjungi Skadron 16, disini pengetahuan rombongan makin bertambah. Apalagi mendengar penjelasan Komandan Skadron 16 Letkol Pnb Bambang Apriyanyo, S. T, yang begitu paham dengan tugas dan kewajiban Satuannya untuk menjaga kedaulatan NKRI terutama di wilayah udara. Pesawat tempur jenis F-16 tampak ‘bersahaja’ di hangar Satuan ini, siap menyergap tamu tak diundang yang ‘nyelonong; masuk wilayah NKRI.

Decak kagum dan helaan nafas seperti melepas beban mendengar penjelasan Komandan Skadron soal bagaimana menghalau tamu-tamu tak diundang. Selain dijelaskan soal pesawat tempur, rombongan juga mendapat pengetahuan bagaimana kegiatan personel Skadron 16 diluar operasi tempur, mereka mengisinya dengan latihan, latihan, dan latihan, dan juga melakukan kegiatan sosial dengan masyarakat sekitar.

Usai mengunjungi Skadron 12 dan Skadron 16, tur bergerak ke Satuan berikutnya, yaitu Yonko 462 Paskhas/Pulanggeni dipimpin Letkol Pas Zainudin. Prajurit Paskhas lah yang mengamankan semua bandara di republik ini, baik sipil maupun militer. Prajurit Baret Jingga punya kemampuan khusus yang tak dimiliki Satuan lain di TNI, mereka sanggup merebut bandara yang dikuasai lawan termasuk mengoperasikan kembali bandara yang sebagian peralatan navigasinya sudah hancur.

Dalam menjalankan operasi selain perang pun Paskhas juga diterjunkan, sebagaimana kita ketahui hutan di Riau kerap kali terbakar. Anggota Paskhas selalu siap siaga memadamkan api kebakaran hutan, dan disokong pesawat TNI AU yang mampu membawa ribuan liter air untuk pemadaman.

Saat kami berkunjung di Mako paskhas tengah mengadakan latihan, kala itu mereka sedang melakukan gladi posko sebelum terjun dalam latihan yang sesungguhnya. Kami menyaksikan bagaimana kompak dan disiplinnya personel Paskhas dalam melaksanakan tugas yang diberikan.

Sebelum rombongan kembali ke Jakarta, kunjungan terakhir kami lokasi latihan para penerbang TNI AU, yaitu ke ruang simulator pesawat di lanud Roesmin Nurjadin. Rombongan mendapat penjelasan bagaimana penerbang-penerbang TNI AU melakukan latihan di darat sebelum menerbangkan pesawat tempur sesungguhnya.

Akhirnya perjalanan ‘one day tour’ pun berakhir, kami segera menuju pesawat yang akan membawa kami kembali ke Ibukota. Puas dan bangga memiliki Angkatan Udara yang Ksatria, Militan, Loyal, Profesionalisme,  dan innovatif demi tegaknya kedaulatan NKRI. Bravo TNI, Bravo Angkatan Udara, Dirgahayu TNI AU.linda.

Leave a Reply