Tingkatkan Profesionalisme, Kopaska Latihan Anti Teror, Demolisi dan Jaga Obyek Vital Nasional

Home, Matra

Jakarta, inspiras1nusantara, Komando Pasukan Katak (Kopaska) Komando Armada l mengelar latihan pasukan Komando mereka guna meningkatkan profesionalisme. Entah karena kian menghangatnya isu di laut China Selatan atau memang bagian dari latihan rutin Komando Armada l. menurut Pangkoarmada l, latihan ini untuk melatih kesiapsiagaan prajurit Kopaska teruma dalam pengamanan obyek vital nasional.

Pangkoarmada l Laksda TNI Achmadi Heri Purwono S.E. M.M mengatakan, Kopaska sebagai pasukan Komando haris mampu mengamankan obyek vital nasional, terutama di kawasan lepas pantai dan pesisir. Selain itu paaukan ini juga punya kemampuan menghancurkan teror di kawasan laut dan menjinakan bom. Itulah tiga keahlian utama Kopaska yang harus terus diasah.

Karena itu, KRI yang membawa mereka menuju lokasi latihan di Kepulauan Seribu sengaja melewati PLTU, rig lepas pantai dan obyek vital lainnya. Hal itu sengaja dilakukan Koarmada l dan sekaligus sebagai pengawasan obyek vital nasional yang mereka lintasi.

Menurutnya, rig adalah obyek vital strategis, yang mana keberadaan obyek vital ini mempengaruhi hajat orang banyak dan bila terganggu akan menimbulkan bencana bagi banyak orang. Dan apabila obyek itu terganggu akan mempengaruhi komunikasi masal seperti pelabuhan, dan apabila mereka diganggu akan mengakibatkan terganggunya jalan pemerintahan.

Berbaris, sejumlah Satuan berjejar rapi mengikuti upacara pelepasan latihan rutin Kopaska.foto: linda herawati.

“Di pasal 7 Undang-undang 34 tahun 2004 tentang tugas pokok TNI, TNI mengemban tugas menjaga obyek vital nasional yang bersifat strategis. Inilah tugas kita, dan beberapa diantaranya saya melatih satuan Komando kita diantaranya anti teror dan anti demolisi atau anti ledakan. Itu menjadi tugasnya Satuan pasukan Komando kita”, tegasnya.

Dikatakan, latihan kali ini merupakan puncak latihan yang sudah dilakukan secara parsial oleh Kopaska, dan nanti dalam latihan puncak ini akan diikuti 300 personil termasuk kombatan yang akan melakukan penerjunan dan juga melepaskan sekoci, dan pertempuran laut yang melibatkan alutsista milik TNI AL.

Usai latihan puncak tersebut, bebrapa minggu kemudian bakal dilakukan latihan gabungan yang melibatkan seluruh unsur TNI AL. seperti KRI, Kopaska, dan pasukan Korps Marinir yang akan melakukan pendaratan menggunakan kendaraan khusus di lokasi yang sudah ditentukan.

Untuk itu Pangkoarmada l berharap, dalam latihan puncak ini semua berjalan lancar dan tidak kendala sedikit pun. Semoga latihan tersebut kian menambah profesionalisme prajurit Kopaska serta makin siap menghadapi segala macam bentuk ancaman. Selamat berlatih.linda.

Leave a Reply