Tim SAR Gabungan Fokus Cari Bodi Pesawat

Home, Nasional

Jakarta, inspiras1nusantara, Basarnas masih fokus pada pencarian badan pesawat Lion Air yang diduga jatuh di perairan Tanjung Kerawang. Empat kapal gabungan dari Basarnas, Koarmada I, Pushidrosal, dan Polairud berada di seputar lokasi yang diduga jatuhnya pesawat tersebut. Sementara melalui peralatan scan kedalaman laut di KRI Rigel milik Pushidrosal terus berupaya menemukan bodi pesawat.

Kasiops Basarnas Jakarta, Made Oka didamping Kol. Laut (P) Salim Komandan KRI Sikuda 863, dan Staf Subdit Patroli Air Polairud, mengatakan, hari kedua pencarian difokuskan pada bodi pesawat. Ia juga mengungkap sejak hari pertama hingga saat ini tim hanya menemukan serpihan-serpihan yang diduga dari pesawat, sementara badan pesawat belum ditemukan.

“Hari ini kita rencanakan ada dua pencarian, pertama di permukaan air dan yang kedua di bawah air. Pencarian di bawah air melibatkan empat kapal, KRI Rigel, geo survei Basarnas, Baruna Jaya, dan kapal geo survei Barinos akan men-scan dibawah permukaan air karena sampai saat bodi pesawat belum ditemukan”, tandasnya.

Tim SAR gabungan persiapan penyelaman.foto:linda herawati.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penyelam belum terlalu diefektifkan karena bodi belum ditemukan, begitu bodi pesawat ditemukan akan ada dua penyelam. Penyelam pertama manusia dengan peralatan selam lengkap dan satu lagi dengan menggunakan aeropi. Aeropi ini yang pertama kali diturunkan jika bodi pesawat sudah ditemukan, lalu dievaluasi dan penyelaman dilasanakan.

Ia mengatakan sejak kemarin KRI Rigel melakukan scan sonar di wilayah pertama kali ditemukannya sepihan dan bau avtur (bahan bakar pesawat). Selain itu scan sonar juga dilakukan di titik-titik yang ‘dicurigai’ lokasi jatuhnya pesawat.

Sementara penyelam yang siap diturunkan sekitar 149 penyelam, gabungan dari Basarnas, Kopaska, Taifib, Marinir, dan Polairud. Sesuai aturan yang berlaku pencarian korban selama tujuh hari, jika belum ditemukan tergantung hasil evalusi selanjutnya.linda.

Leave a Reply