Silaturahmi dan Sarasehan Gerakan Harmoni Laut “Pandu Laut Nusantara”

Megapolitan

Jakarta, inspiras1nusantara, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar silaturahmi dan sarasehan gerakan Harmoni Laut bersama kurang lebih 200 perwakilan komunitas pencinta laut yang tergabung dalam ‘Pandu Laut Nusantara’ di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti hadir dan menyampaikan sambutan dalam acara tersebut.
Komunitas yang hadir adalah perwakilan dari Asosiasi Penyelam, Pengelola Usaha Wisata Bahari, Pengelola Kapal Wisata Bahari, Kelompok Pecinta Lingkungan, Mahasiswa Pecinta Lingkungan dan Laut serta beberapa tokoh kelautan termasuk Musisi yang diwakili Kaka dan Ridho yang merupakan Personil Band SLANK.
Seluruh anggota Pandu Laut Nusantara ini diharapkan secara kolaboratif dan tak kenal lelah mengupayakan perlindungan laut ini, demi kemaslahatan umat manusia di masa kini dan masa yang akan datang.
Kegiatan Silaturahmi dan Sarasehan “Harmoni Laut untuk Kelestarian dan Keberlanjutan”, bertujuan untuk mengajak komunitas pecinta laut nusantara dan masyarakat Indonesia secara umum untuk bersama ikut melestarikan laut Indonesia dan bersama secara bijaksana memanfaatkan potensi tersebut. Pariwisata adalah salah satu sektor utama penopang pembangunan ekonomi Indonesia dan wisata bahari memberikan kontribusi signifikan dalam membangun sektor ini.
Mengamankan laut Indonesia dari perusak dan pencuri ikan tidak hanya berhenti pada penenggalaman kapal ikan ilegal. KKP berkomitmen untuk melanjutkan bersama komunitas-komunitas pecinta laut Nusantara berkerja bersama untuk memanfaatkan kekayaan dan keindahan laut Indonesia terutama dalam sektor pariwisata bahari.
Kapal pencuri ikan bukanlah satu-satunya ancaman bagi sumber daya laut Indonesia. Sampah plastik telah menjadi salah satu ancaman utama laut Indonesia dan dunia. Sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk memastikan sampah plastik tidak berakhir di laut karna tidak hanya mengotori laut, sampah plastik juga mengancam kesehatan manusia. Sampah plastik akan dikonsumsi ikan, dan akan membahayakan ikan itu sendiri dan manusia yang mengonsumsinya.
Di tingkat internasional, Indonesia melalui KKP memperlihatkan kepemimpinan dalam pengelolaan lautan dengan menjadi negara pertama yang membuka informasi secara transparan data kapal-kapal perikanan yang beroperasi di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP), termasuk pergerakan kapal yang terekam Sistem Pemantauan Kapal (Vessel Monitoring System/VMS). Selain itu, saat ini Indonesia dipercaya menjadi Co-Chair International Coral Reef Initiative (ICRI) bersama dengan Monako dan Australia.
Pada Oktober 2018, Indonesia akan menjadi tuan rumah “Our Ocean Confrence”. Dalam pertemuan ini akan dibahas kondisi kawasan perairan internasional dan langkah-langkah mengatasi masalah-masalah laut khususnya terkait sampah plastik.humas/linda.

Leave a Reply