Servak TNI AL, Ini Cerita Sukses Pushidrosal di Subang

Home, Matra

Subang, inspiras1nusantara, Upaya TNI Angkatan Laut dalam memberikan vaksin ke masyarakat maritim sejak pandemi Covid-19 merabak berhasil, ini berkat upaya tak kenal lelah TNI AL menyehatkan masyarakat. Seperti di Kecamatan Pusakanagara, Subang, Jawa Barat kala Pusat Hidro-oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) melakukan servak bagi pelajar dan masyarakat di sana. Animo masyarakat begitu tinggi ingin divaksin meski tak ada iming-iming door prize sepeda motor atau bagi sembako.

Nyaris dua tahun sudah TNI AL melalui Pushidrosal gencar memberikan vaksin ke masyarakat serta maraknya informasi yang disebar TNI AL melawan berita hoak, kini membuka mata masyarakat perlunya perlindungan diri menghadapi virus corona nan mematikan itu dengan vaksin Covid-19.

Kesadaran masyarakat kian tergugah mencari kekebalan dari serangan virus corona, karena itu pendaftaran vaksin di Pusakanagara belum dibuka Pushidrosal namun ratusan pelajar dan warga umum sudah mengantri di depan meja pendaftaran. Kita hal itu ditanyakan personel Pushidrosal kenapa begitu banyak warga yang ingin divaksin apakah sebelumnya diimingi pembagian sembako. Menurutnya Pushidrosal tak pernah menjanjikan memberikan sembako warga dan pelajar Pusakanagara tapi memberi informasi akan ada vaksinasi di Desa Pusakaratu, Kecamatan Pusakanagara.

Hal itu juga diamini Aspotmar Kolonel Laut (P) Soenardi yang mengatakan, pihaknya melakukan vaksinasi guna mendukung pemerintah yang ingin menciptakan kekebalan kelompok terhadap pandemi Covid-19. Pushidrosal menyiapkan 1500 dosis Sinovac dengan target utama pelajar agar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka secara keseluruhan bisa dilakukan.

Begitu antusiasnya warga, bahkan ada beberapa orang sedikit kecewa pasalnya mereka tak bisa mendaftar karena tak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Dua kartu itulah syarat utama bagi warga yang ingin divaksin. Ini artinya masyarakat sadar vaksin itu sangat dibutuhkan, meski mereka paham KTP dan KK harus dilampirkan saat mendaftar tapi tetap nekad antri berbaris.

Ada pula pelajar baru berusia 11 tahun ikut mengambil formulir vaksin, padahal Pushidrosal membatasi usia antara 12 hingga 18 tahun ke atas. Memang usia anak itu hanya kurang dua bulan menuju usia 12 tahun. Ia berharap tim kesehatan Dinkes Pushidrosal dan tenaga kesehatan Puskesmas Pusakanagara meloloskan dirinya untuk menerima vaksin.

Vaksin covid-19 kini menjadi perhatian masyarakat, dimanapun ada serbuan vaksin masyarakat berbondong-bondong mendatangi posko vaksin. Kabar miring soal vaksin mulai tak dipercaya masyarakat, mereka lebih percaya vaksin itu perlu untuk perlindungan diri, apalagi tenaga kesehatannya berseragam loreng TNI AL.apr.

Leave a Reply