Sentuh Hingga Daerah Pelosok, DPR RI Apresiasi Program KKP

Megapolitan

Banyuasin, inspiras1nusantara, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Ketua Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, tepatnya di Desa Tirtaharja, Kecamatan Muara Sugihan. Kunker ini dimaksudkan untuk meninjau secara langsung pembangunan perikanan budidaya di Kabupaten Banyuasin sekaligus potensi pengembangannya. Kecamatan Muara Sugihan sendiri merupakan salah satu kawasan bermuaranya aliran sungai Musi. Butuh waktu 5 – 6 jam untuk mencapai kecamatan ini menggunakan moda transportasi kapal cepat. Moda ini paling mudah dan menjadi urat nadi transportasi masyarakat selama ini dibandingkan lewat darat yang dalam proses peningkatan kualitas dan standar.

Turut serta dalam kunker yakni Wakil Bupati Banyuasin, Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung, Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Jambi, serta Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Medan.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, menyinggung besarnya potensi pengembangan perikanan budidaya di Kabupaten Banyuasin. Potensi yang dimaksud Slamet tersebut baik air tawar, payau, maupun laut. Ia meyakini jika potensi tersebut dikembangkan akan mampu membuat Banyuasin sebagai salah satu sentra dan penghasil utama produksi perikanan budidaya.

“Sebagai daerah yang memiliki lembah sungai Musi cukup luas sekaligus menjadi muaranya, Banyuasin memiliki 3 potensi budidaya ikan sekaligus, tawar, payau, maupun laut,” ujarnya.

“Tadi begitu sampai, saya sempat rasakan air di sini. Saya yakin air di sini banyak yang memiliki kadar salinitas 3-5 per mil. Ini potensial dan sangat cocok untuk pemeliharaan berbagai jenis ikan air tawar seperti nila, mas, dan patin. Jangan bayangkan bahwa budidaya ikan air tawar itu yang optimal 0 per mil, malah sebenarnya yang sangat bagus itu pada salinitas 3-5 promil, karena ikan akan tumbuh maksimal sebab makanan terfokus untuk pertumbuhan,” lanjut Slamet.

Slamet juga meyakini, dengan potensi dan karakteristik perairan yang dimilikinya, Kabupaten Banyuasin akan mampu menjadi sentra produksi ikan patin seperti di Vietnam.

“Saya pernah ke Vietnam, kenapa produksi patinnya tinggi? Karena sungai Mekongnya. Di Sungai Mekong kadar oksigennya tinggi, salinitasnya juga bisa 3-5 promil. Kabupaten Banyuasin memiliki kemiripan itu, disini katanya pasang surut tinggi, itu dapat membuat kadar oksigennya juga tinggi dan salinitasnya cocok untuk budidaya berbagai jenis ikan air tawar di samping ikan bandeng,” tambah Slamet merujuk kesuksesan pengembangan patin di Vietnam.

Untuk itu, kata Slamet, KKP akan mengidentifikasi lokasi-lokasi mana saja yang dapat dikembangkan untuk tambak atau kolam semacam itu.

“Kita akan kawal, kita petakan dengan tepat mana saja lokasi yang pas untuk budidaya udang, bandeng, dan air tawar. Sehingga nanti tata letak, konstruksi, dan penerapan teknologinya benar-benar tepat dan memenuhi kaidah budidaya berkelanjutan, karena perairan disini masih belum tercemar,” ucapnya.

“Saya juga berpesan, agar kita bersama-sama memiliki komitmen yang kuat untuk tidak mencemari lingkungan perairan, tidak membuang sambah khususnya plastik ke sungai, tambak, dan danau. Dengan begitu budidaya ikan kita akan lebih sehat dan ramah lingkungan,” imbuhnya.

Dalam kunjungan ini, Slamet juga menyerahkan secara langsung berbagai dukungan dari KKP antara lain 140.000 ekor benih ikan lele; 110.000 ekor benih ikan patin; 100.000 ekor benih ikan bandeng; 25.000 kg bantuan pakan mandiri; 5 paket budidaya lele sistem bioflok; 1 unit mesin pakan mandiri lengkap dengan bahan bakunya; serta pinjaman pembiayaan melalui Badan Layanan Umum Lembaga Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU-LPMUKP) untuk 2 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) senilai Rp350.000.000; dan pembagian kartu KUSUKA untuk 3 pelaku usaha budidaya yang telah tervalidasi.

Selain itu, KKP juga memberikan pelatihan berbagai keahlian dalam usaha perikanan kepada masyarakat pembudidaya ikan Banyuasin melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Medan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo menjelaskan, Kunker ini ditujukan untuk melihat perkembangan kemajuan perikanan budidaya di Kabupaten Banyuasin sekaligus peluang pengembangan potensi perikanan budidaya yang ada.

“Selain untuk memastikan bahwa pembangunan perikanan berjalan baik dan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, kami ingin melihat potensi yang ada sehingga KKP dapat membangun tambak atau kolam ikan percontohan yang tepat,” ujarnya saat memberikan sambutan.

“Kami juga ingin menyampaikan apresiasi kepada KKP karena telah mampu melakukan pembangunan perikanan budidaya dan memberikan dukungan bantuan berbagai program hingga ke daerah-daerah pelosok seperti di Muara Sugihan, Banyuasin ini maupun daerah lain, dan tidak henti-hentinya ikut membangun perikanan provinsi Sumatera Selatan,” lanjut Edhy.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Banyu Asin, Slamet Somosentono menyampaikan terima kasih atas dukungan KKP dan Komisi IV DPR RI bagi pengembangan perikanan budidaya di Banyuasin. Ia pun menyampaikan bahwa berbagai dukungan program dari KKP akan sangat bermanfaat bagi mengembangan usaha perikanan di Banyuasin, mengingat 65 persen daerah ini merupakan perairan.humas/linda.

Leave a Reply