Satgas Kesehatan ke Papua, Jalani Prosedur Kesehatan dan Analisa Penyebab

Home, Matra

Jakarta, inspiras1nusantara, Satgas Kesehatan TNI mulai diterjun ke medan-medan sulit, terutama di Papua dimana ada kejadian luar bisa Campak dan gizi buruk. Mereka bakal beroperasi sepanjang tahun 2018, selain menjalankan prosedur kesehatan Satgas ini akan melakukan pendektesian awal kemungkinan-kemungkinan kenapa hal tersebut terjadi.

Demikian dikatakan, Kapuskes Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba sebelum Panglima TNI melepas anggotanya ke Papua, di lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Menurutnya, ada tim kesehatan dan tim analisa, yang akan menganalisa kenapa hal itu bisa terjadi.

“Jika kita bisa tahu kita bisa mengantispasi dan memperhitungkan dampaknya seperti apa sehingga kita punya road map sehingga tidak terkesan dadakan”, kilahnya pada media.

Tim satgas menuju ke lapangan persiapan apel.(foto:linda herawati)

Dijelaskan, operasi yang akan dilakukan Satgas Kesehatan ini, taka hanya di wilayah Asmat saja, namun juga di wilayah lain di Kabupaten Timika. Baik itu di daerah pegunungan, kawasan terpencil hingga ke pelosok-pelosok di Kabupaten tersebut.

Meski ada KLB campak dan gizi buruk, namun anggota yang berangkat ke wilayah itu tak hanya dibekali obat untuk penyakit tersebut tapi semua penyakit baik itu kolera, malaria dan lainnya. Selain itu, mereka juga dibekali alat penjernih air, obat-obatan serta pedoman petunjuk lapangan, protap dan prosedur.

“Kita sesuai dengan prosedur kesehatan, preventif, kuratif itu sudah pasti, disamping itu kita juga akan melakukan pendeteksian awal kemungkinan-kemungkinan terjadinya KLB,. Lalu hal-hal apa yang akan brdampak pada kesehatan”, tegasnya.

Wilayah Papua punya karakteristik yang beragam, mulai dari rawa-rawa, dataran tinggi hingga pegunungan. Kekhasan itulah yang agak sulit dijangkau  oleh tim kesehatan, karena itu perlu penanganan khusus maka dilakukan operasi sepanjang tahun bukan hit and run atau sekali terjun lalu usai. Satgas Kesehatan akan mengadop seluruh wilayah Kabupaten Timika dengan segala karakteristiknya.

Adapun tim kesehatan yang terbang ke Papua, ada 200 personil, terdiri dari dokter ahli, dokter umum, perawat, dan paramedis. Mereka akan dilepas langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, lewat upacara pemberangkatan dan pelepasan tim ke Papua.linda.

Leave a Reply