Satgas Kemanusiaan Marinir Susuri Sungai Tabuk Distribusikan Bantuan

Home, Matra

Banjarmasin, inspiras1nusantara, Sebagian besar Kalimantan Selatan terendam banjir terutama di wilayah Banjarmasin, banyak lokasi pengungsian sulit dijangkau akibat “dikepung” air dengan ketinggian bervariasi dari 1 meter hingga 3 meter. Guna mendistribusikan bantuan ribuan prajurit TNI dikerahkan, salah satunya Satgas Kemanusiaan Marinir untuk Banjir di Kalsel dibawah pimpinan Dansatgas Mayor Marinir Muhsin M. Tr. Opsla yang menjabat sebagai Danyon Angmor 1 di Pasmar 1, Jakarta.

Menurutnya, untuk mendistribusikan bantuan, pihaknya butuh waktu sekitar 3 jam perjalanan dari posko ke lokasi-lokasi pengungsian. Meski ketinggian air mulai surut tetap belum bisa dilalui kendaraan roda empat atau dua, dan masih menggunakan perahu karet.

“Bahkan ada beberapa titik yang lokasinya sulit dijangkau, dan debit air masih tinggi. Namun kami tetap mendistribusikan bantuan berupa sembako untuk korban banjir”, paparnya di atas perahu karet saat memimpin Satgas Kemanusiaan membagikan bantuan.

Satgas Kemanusiaan Marinir berasal dari Batalyon Pasmar 1 Korps Marinir Jakarta menggunakan dua unit perahu speed. Perjalanan dimulai dari Koramil Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, menuju perkampungan yang berada di antara perbatasan Kabupaten Banjar dan Barito Kuala.

Satgas Kemanusiaan Marinir untuk Banjir di Kalsel dibawah pimpinan Dansatgas Mayor Mar Muhsin, M.Tr. Opsla., bersama masyarakat setempat bahu membahu mengangkat perahu speed yg terjebak sungai dangkal.foto:linda herawati.

Perjalanan tim bukan hanya melalui daerah pelosok dan terisolir, namun tim harus menerobos derasnya hujan di antara anak sungai berkelok dan panjang. Mereka fokus mendistribusikan bantuan donasi ke para pengungsi di wilayah yang sulit terjangkau.

Dikatakan, tujuan dari upaya menembus daerah-daerah dengan medan yang sulit dijangkau, karena lokasinya berada di ujung atau jauh dari posko. Dan volume air masih tinggi, membuat jalan-jalan darat tidak bisa dilalui kendaraan pembawa logistik. “Salah satu alternatifnya kita gunakan perahu karet menyusuri sungai dan rawa-rawa yang ada”, tambahnya.

Saat pendistribusian inspiras1nusantara ikut serta dalam pendistribusian itu, memang lokasi pengungsian sulit dijangkau, hanya perahu karet yang mampu menembus tingginya volume air yang mengelilingi lokasi tersebut. Berkat upaya Satgas Kemanusian Marinir, bantuan tersebut bisa disalurkan ke para korban banjir dan bermanfaat,  semoga bencana ini segera berakhir dan semua kembali normal.linda.

Leave a Reply