Rasakan Derita Masa Kolonial, Random Supranatural Jelajahi Monumen Pejuang Surabaya

Gaya Hidup

Zaman kolonial adalah masa-masa kelam bangsa kita, penyiksaan dan kerja paksa menjadi ‘sarapan” rakyat tiap harinya. Cerita dan kisah tragis masa lalu ada di seluruh nusantara, salah satunya di kota Pahlawan, Surabaya. Masyarakat diingatkan kisah kelam masa penjajah lewat Monumen Pejuang Surabaya dan satu dari kekejaman penjajah adalah Gerbong Maut.

Kini, cerita kekejaman itu menjadi sejarah dan kita tak merasakan getirnya masyarakat yang disiksa pada zaman tersebut. Guna mengetahui dan ikut merasakan perihnya penduduk di masa kolonial The Random Supranatural dan Sista Rumpita coba menguak peristiwa yang terjadi era itu terutama di ‘gerbong maut’, ada apa dan kenapa?

Tengah malam sekitar pukul 23.00 tim menjelajahi Monumen Pejuang Surabaya di jalan Mayjen Sungkono, Sawahan. kaki mereka baru beberapa langkah memasuki lokasi sudah ‘disambut’ bocah kecil dengan gaya pakaian zaman kolonial, tak berapa lama kemudian muncul sosok-sosok lain dengan gaya pakaian yang sama. Makhluk tak kasat mata itu seakan ingin bercerita apa yang mereka derita semasa hidup di zaman penjajah.

Udara pun terasa panas meski saat tim datang ke lokasi, hujan turun membasahi Monumen Pejuang Surabaya. Begitu tim tiba di lokasi gerbong, The Random Supranatural mulai merasakan kejadian-kejadian yang dirasakan oleh makhluk ghaib di tempat tersebut.

“Banyak kesedihan di gerbong ini. Saya melihat ada banyak orang sakit, kelelahan, kehabisan nafas, tumpang tindih. Yang tim rasakan saat ini, seperti penderitaan saat “mereka” tersiksa di gerbong maut. Dan itu hanya sebagian kecilnya saja. Tim juga merasakan ada kesedihan, kecewa, putus harapan, sesak, kelaparan. Energi di dalam sini itu akhirnya penuh dengan rasa-rasa penyesalan”, ungkap The Random Supranatural.

Menurut sejarah, Gerbong Maut ini digunakan untuk mengangkut para tahanan dari Bondowoso ke Surabaya. Karena gerbong berukuran kecil dan minimnya udara, para tahanan tersiksa didalamnya. Sesampainya ditujuan, 46 orang tewas dan sisanya sesak parah.

Gerbong ini menjadi saksi bisu kelamnya masa penjajahan Belanda. Eksplorasi peristiwa kelam masa lalu pun usai, tim meninggalkan lokasi gerbong, namun salah satu anggota tim tiba-tiba teriak ketakutan dan menunjuk-nunjuk ke arah gerbong. Ternyata ia melihat sosok pocong berdiri mematung di sana. Setelah dibantu dan salurkan energi positif ia pun kembali tenang dan tim pun melanjutkan perjalanan.

Aura mistis masih dirasakan tim, banyak hal yang mereka rasakan saat berjalan keluar. Seperti, ada yang menyapa, memperlihatkan wajah seram di salah satu pintu gerbong, dan memegang kaki anggota tim.

Lalu tim menuju gazebo di Monumen Pejuang Surabaya, gazebo tersebut sengaja dibangun untuk istirahat para pengunjung monumen. Uniknya, gazebo ini juga ‘digunakan’ para makhluk gaib untuk istirahat, itu menurut juri kunci yang menemani tim menjelajahi Monumen Pejuang Surabaya. Di gazebo itu, tim “disambut” sosok perempuan, dimana  pas tim datang ke lokasi dia ikut menyambut pula. Tapi kali ini ia ditemani buto (raksasa-red) tim tak mengusik dan membiarkan mereka menikmati gazebo itu.

Tim pun mengakhiri penelusuran setelah menjelajahi lokasi Gerbong Maut. Penasaran ingin tahu apa saja yang dijumpai tim dan ingin lebih lengkap, tonton video di kanal Youtube The Random Supranatural dan Instagram : infinite_conjuration.co, rasa penasaran Anda bisa terjawab di tayangan tersebut.linda.

Leave a Reply