Rapim TNI AU, Kasau Optimis Kekuatan Persenjataan Minimal Tercapai 2024

Home, Matra

Jakarta, inspiras1nusantara, TNI Angkatan Udara baru saja menyelesaikan Rapat Pimpinan (Rapim) yang digelar sehari penuh di Mabes TNI AU, Cilangkap. Adapun hasil rapat tersebut menurut Kasau, di 2019 TNI AU akan fokus pada pengadaan alutsista, dimana Kekuatan Minimal TNI baru menyampai 44 persen padahal target akhir 2019 mencapai 66 persen.

Demikian diungkap Kasau, Marsekal TNI Yuyu Sutisna usai menutup Rapim TNI AU, di Mabesau, Cilangkap, Jakarta. Dikatakan, selain pengadaan, organisasinya juga fokus pada bencana, dimana TNI AU menyiagakan 12 Hercules dan beberapa pesawat CN. Hal itu dipersiapkan, berkat pengalaman tahun lalu Hercules milik TNI AU sangat dibutuhkan guna mendistribusikan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana.

Mengenai target kekuatan minimal sebesar 66 persen, Kasau optimis hal itu bisa tercapai di tahun 2024. Perincian kebutuhan alutsista dilingkungan TNI AU sendiri sudah tuntas dibahas, dan telah diajukan ke Kementerian Pertahanan. Perjanjian dengan produsen pun sudah dibuat, tapi mendatangkan alutsista perlu waktu minimal setahun sejak kontrak ditandatangani. Karena itu target MEF 66% baru bisa terealisir di 2024.

“Kita pengadaan alutsista, sekarang kontrak sekarang datang, tidak seperti itu khususnya pesawat, rudal butuh 2-3 tahun. Sehingga yang ditandatangi tahun ini baru datang 2021 atau 2022. Saya optimis 2024 akan tercapai, hanya ini tertunda saja karena prosesnya yang terlambat”, tandasnya.

Komandan jajaran TNI AU foto bersama usai Rapim. foto:linda herawati.

Kasau juga mengatakan, prosesnya kini ada di Kemhan, TNI AU hanya berkoordinasi saja untuk mempercepat proses tersebut. Sementara yang menjadi tugas TNI AU adalah membangun Satuan-Satuan baru sebagai tindaklanjut membangun Koopsau III yang kini tengah berjalan.

Menurutnya, Satuan itu antara lain membangun skadron 33 Hercules di Makassar kemungkinan akan diresmikan pada triwulan kedua tahun ini. Dan Skadron 27 di Biak, lalu Lanud di Wamena dan Saumlaki bakal diproses secepatnya.

Selain itu, Rapim TNI AU juga menekankan dibidang kemampuan seperti kesiapan pesawat untuk mengantispasi bencana, ini yang diutamakan. Demikian juga Paskhas dan Lanud-lanud harus siap untuk mendukung bantuan kemanusiaan bila terjadi bencana.

“Di bidang operasi perang juga, saya ingin meningkatkan operasi pada malam hari. Saya tekankan untuk interception malam, penyerangan lalu weapon delivery, saya ingin latihkan di tahun ini. Sehingga diakhir Renstra kemampuan TNI AU sudah utuh di malam hari, siang hari, bantuan kemanusian sudah siap”, tegasnya.

Sementara untuk pengaman Pileg dan Pilpres TNI AU juga menyiapkan pesawat untuk pergeseran Pasukan apabila terjadi kontinjensi dan juga pergeseran logistik jika diperlukan. Demikian juga dengan Netralitas kita jaga termasuk soliditas dan sinergitas TNI-Polri betul betul kita jaga, tambahnya menutup pembicaraan dengan media.linda.

Leave a Reply