Rapim AL, Kantongi Pendidikan Non Militer jadi Tantangan AL Kedepan

Home, Matra

Jakarta, inspiras1nusantara, TNI Angkatan Laut menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, salah satu pembicaraannya adalah bagaimana pendidikan diluar militer harus dimiliki para Pangkotama. Menurut Kasal tantangan AL kedepan setiap Pangkotama harus memiliki akademi yang bagus. karena banyak persoalan militer bisa diselesaikan dengan ilmu lain.

Demikian dikatakan Kasal Laksamana TNI Ade Supandi S.E, M.A.P saat membuka Rapim TNI AL. menurutnya, ilmu-ilmu sosial, dan bagaimana memahami masyarakat harus menjadi bagian tantangan AL kedepan. Selain itu pola pengembangan karier ada kesetaraan pendidikan.

Pendidikan menjadi konsern TNI AL terutama di jalur non militer , untuk nantinya setiap Komandan satuan setidaknya memiliki ijazah D3, dan untuk jabatan yang lebih tinggi diharapkan jenjang pendidikan yang dikantongi S1. Untuk Panglima Armada, Kasal mengharapkan ijazah yang dipegang S3 atau bergelar Doktor.

Rapim TNI AL digelar di Mabesal, Cilangkap, Jakarta. (foto: linda herawati)

Selain itu, menurutnya, Rapim TNI AL berubah pola yang sebelum-sebelumnya diawali dengan laporan para Pangkotama, saat ini diawali dengan diskusi permasalahan kerja yang dihadapi para Komandan, dan mencari pemecahanya.

Sementara mengenai turunnya nilai anggaran TNI AL, ini juga dibicarakan di Rapim tersebut. Untuk itu Kasal meminta setiap Pangkotama efiisen menggunakan dana yang ada dan digunakan untuk yang prioritas terlebih dahulu. Dan anggaran itu, tentu terkait pengadaan alutsista, ia jelaskan kenapa peralatan dan perlengakapan AL sedikit telat dibanding dua matra lain.

Menurutnya, khusus kapal perang gambar dan isinya berbeda, sementara matra lain bisa memilih sesuai menu, gambar dan isiannya pasti sesuai. Sementara AL, dalam kapal perang atau kombatan harus negosiasi, isinya apa perlu diskusi. Untuk konfigurasi isi perlu dua tahun mewujudkannya.

Saat memberi keterangan pada media, Kasal didamping beberapa Bintang Tiga, menurutnya ini merupakan isyarat bahwa Rapim kali ini adalah kali terakhir ia pimpin. Selanjutnya satu dari beberapa pendampingnya yang akan memimpin Rapim selanjutnya.

“Rapim kali ini semua diungkap agar mereka (para Bintang Tiga) paham permasalahan untuk pembinaan kedepan. Karena pembinaan AL tidak boleh berhenti, harus berkembang lebih baik lagi karena tantangan dan dinamika global, regional, dan nasional berubah”, tandasnya menutup penjelasanya pada media.linda.

Leave a Reply