Profesional Prajurit TNI AL Mampu Temukan Kotak Hitam

Home, Matra

Jakarta, inspiras1nusantara, Kehandalan prajurit matra laut menemukan kotak hitam layak diacungkan jempol, bahkan Presiden Joko Widodo pun mengapresiasi dua prajurit Marinir TNI AL atas temuan mereka. Pangkoarmada I mengatakan, profesionalisme prajurit TNI AL terbiasa melakukan penyelaman, kendala arus deras pun bisa mereka atasi.

Hal itu diungkap Laksda TNI Yudo Margono di atas KRI Torani menuju Tanjung Karawang, menurutnya, prajurit TNI AL terbiasa menyelam, saat itu memang banyak lumpur yang menutupi kotak hitam yang kita cari tentunya untuk menyingkirkan lumpur itu perlu waktu. Tapi berkat kegigihan prajurit AL menyingkirkan lumpur akhirnya kotak hitam berhasil diangkat.

KRI Torani loading logistik SAR pencarian Lion Air.foto:linda herawati.

Ia pun menceritakan bagaimana sigapnya prajurit TNI AL, begitu mendapat info ada pesawat hilang kontak sekitar perairan Karawang, ia selaku Panglima Armada I memerintahkan KRI yang terdekat di perairan tersebut segera menuju kawasan yang diduga lokasi keberadaan pesawat lion Air JT 610 rute Jakarta – Tanjung Pinang.

“Bagi kami prajurit TNI AL kendala alam sangat minim, dan mereka memang terlatih untuk melakukan penyelaman dan mereka memang profesional di bidang penyelaman bawah laut. “Dan memang kemampuan Taifib disitu, perang di bawah air, menyelam. Kami memang perlu memberi arahan karena waktu yang lama ini, pembinaan dan arahan serta memompa semangat mereka”, ungkap Pangarmada I.

Dikatakan, ada 7 KRI yang ikut mencari Lion Air dan 450 prajurit AL yang terlibat 115 diantaranya penyelam dari satuan Kopaska, Taifib Marinir. Untuk penyelaman mereka dibagi-bagi sesuai titik yang sudah ditentukan, hasil dari scan sonar KRI, mereka dibagi pertim berisi 15 orang. Dari pagi hingga malam melakukan penyelaman, karena memang perintah Panglima TNI kita bekerja 24 jam.

Menurutnya selain penyelam, TNI AL mengerahkan alat-alat pendukung termasuk mobile Chamber jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan pada penyelam mereka masuk ke chamber tersebut. Pihaknya menyiapkan segala hal dari awal, sehingga prajurit AL terutama penyelam yakin saat bekerja, termasuk persiapan apabila terjadi emergensi.

Sementara mengenai kendala dalam mencari bodi pesawat, ia katakan secara real tidak ada kendala, hanya kendala banyaknya serpihan-serpihan dan banyak sekali bangkai kapal di dasar laut. Begitu terdeteksi sonar, saat penyelam diterjun ternyata bukan bodi pesawat melainkan bangkai-bangkai kapal tenggelem.

“Bagi kami prajurit TNI AL khususnya penyelam kendala alam sangat minim, ini bisa diatasi yang namanya arus deras itu sudah biasa, ombak juga demikian. Dalam situasi emergensi di laut TNI AL sigap, karena ini memang tugas kami, maka begitu mendengar ada kecelakaan pesawat di laut langsung saya perintahkan unsur yang berada di Jakarta dan yang tengah operasi di sekitar situ merapat ke titik yang diduga lokasi jatuhnya pesawat”, mengakhiri pembicaraan dan siap memimpin prajurit AL yang tergabung dalam satgas mencari bagian pesawat yang belum diketemukan.linda.

Leave a Reply