Pikiran Ade Supandi Tentang Negara Maritim di Bukukan

Gaya Hidup, Home

Jakarta, inspiras1nusantara, Ironis, Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia tapi minim literatur tentang kemaritiman. Laksamana (Purn) Ade Supandi mantan Kasal periode 2015-2018, punya pemikiran yang ia tuangkan dalam bukunya “Fondasi Negara Maritim”. Buku itu, bersumber dari pengamatan dan pengalaman dirinya selama 25 tahun berdinas di Angkatan Laut.

Saat buku tersebut diluncurkan, Ade mengatakan, dirinya menyusun buku dari apa yang ia lihat, ia alami, dan ia praktekan. Dan buku yang ditulisnya itu sebagai sumbangsih untuk buku-buku maritim, dimana buku tentang kemaritiman dari penulis Indonesia belum begitu banyak. Buku ini untuk menambah kekurangan referensi tentang maritim.

Soal tulis menulis buku, ini bukan buku pertama yang ia tulis banyak sudah karya-karyanya terutama yang terkait dengan kedinasan di TNI AL. Bahkan catatan-catatan kecilnya selama dinas pun pernah diterbitkan.

Laksamana (Purn) Ade Supandi menerima seikat bunga dari ibunda tercinta.foto: linda herawati.H

Sementara alasan ia mengangkat tema dasar negara maritim, menurutnya dalam kontek kelautan bagi kita bisa dikatakan baru meski kita sudah mengenal istilah laut, kelautan dan sebagainya. Tapi secara sistem kemaritiman, karena seringnya mengamati laut maka dirinya menulis bagaimana membangun negara maritim, bagaimana fondasinya.

“Memang yang saya tulis tetntang paparan bagaimana fondasi bagi negara kita. UUD dan NKRI tidak dibahas tapi bagaimana karakter manusianya, ini yang menentukan negara maritim seperti apa. Manusia adalah esensi yang paling basic fondasi negara maritim seperti apa”, kilahnya.

Dikatakan, karakter manusia dibentuk dari masa lalu, peradaban kita dibentuk dari masa lalu. Kemudian bergeser, budaya maritim terjerabut karena ada penjajahan. Lalu ada deklarasi juanda, ada di GBHN, ini salah satu bentuk kita kembali ke negara maritim.

Ade coba memasuki ranah itu, terutama bagaimana fondasi negara maritim yang harus diketahui masyarakat. Ada lima fondasi, dan nanti bangunannya seperti apa, yang juga dikupas dalam bedah buku saat peluncuran buku karya Ade. Dari hasil kupasan panelis, ada tiga mainstreem yang akan dikembangkan yaitu, politik, ekonomi, dan militer.

Untuk lebih memahami pikiran-pikiran Ade Supandi yang tertuang dalam buku karyanya, sebaiknya membaca habis buku tersebut, dan sudah Tersedia di toko buku. Selain buku tentang negara maritim, Ade juga menulis biografi dengan judul “Kasal Kedua dari Tanah Pasundan”, diluncurkan pada saat bersamaan dengan buku “Fondasi Negara Maritim”.linda.

Tagged

Leave a Reply