Peringatan Hari Kebangkitan di Marinir Jakarta

Matra

Jakarta, inspiras1nusantara, Marinir wilayah Jakarta memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2018 di lapangan apel Brigif-2 Marinir Pasmar-1 Ksatrian Marinir Hartono Cilandak Jakarta.

Acara ini terselenggara atas kekompakan prajurit-prajurit petarung Menart-2 Marinir selaku panitia yang dimobilisasi oleh Perwira Upacara Kapten Mar Eko setiawan Danrei A Yon Roket-2 Marinir dan dipimpin oleh Komandan Upacara Pasiops Yon Roket-2 Marinir Kapten Mar Teted Aries Gunawan dengan Inspektur Upacara Komandan Brigif-2 Marinir Kolonel Mar Amir Kasman

Upacara dimulai dengan laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara dilanjut dengan pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar ’45 oleh Serda Mar Dwi Sena, pengucapan Sapta Marga oleh Prada Mar M Idam Sofyan dan pembacaan Panca Prasetya Korpri oleh PNS Tarom.

“Ketika rakyat berinisiatif untuk berjuang demi meraih kemerdekaan dengan membentuk berbagai perkumpulan, lebih dari satu abad kita nyaris tidak punya apa-apa, kita hanya memiliki semangat dalam jiwa dan kesiapan mempertaruhkan jiwa raga namun sejarah kemudian membuktikan bahwa semangat dan komitmen itu sudah cukup, asal kita bersatu dalam cita-cita yang sama demi kemerdekaan bangsa” demikian awal dari amanat Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara yang dibacakan oleh Inspektur Upacara.

Selanjutnya Menkominfo menyampaikan,” Bersatu, adalah kata kunci ketika kita ingin menggapai cita-cita yang sangat mulia namun pada saat yang sama tantangan yang maha kuat menghadang di depan, Boedi Oetomo memberi contoh bagaimana denbgan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal mu asal primordial akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionslisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan.

Boedi Oetomo menjadi salah satu penanda utama bahwa bangsa Indonesia untuk pertama kali menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan. Presiden pertama dan proklamator kemerdekaan Republik Indonesia, Sokarno, pada peringatan peringatan hari Kebangkitan Nasional tahun 1952 mengatsksn bahwa “ Pada hari itu kita mulai memasiki satu cara baru untuk melaksanakan satu ide, satuu naluri pokok dari pada bangsa Indonesia, naluri pokok ingin merdeka, naluri pokok ingin hidup berharkat sebagai manusia dan sebagai bangsa, cara baru itu ialah cara mengejar sesuatu maksud dengan alat organisasi politik, cara berjuang dengan tenaga persatuan,” tambah Menkominfi RI.

Dipenghujung acara seluruh peserta upacara menyanyikan lagu wajib ‘Padamu Negri’ yang diiringi oleh Korsik Detasemen Musik Pangkalan Marinir Jakarta

Hadir pada upacara tersebut Wadan Brigif-2 Marinir Letkol Mar Anggoro Jati, Letkol Mar Witarsa dan Ltk Mar Bambang Purnama serta para Dansatlak Kolak-Kolak Pasmar-1.penkormar/linda.

Leave a Reply