Perang Kota dan Terjun Payung Warnai Sertijab Dankormar

Home, Matra

Jakarta, inspiras1nusantara, Perang kota hingga terjun payung dari ketinggian 5000 kaki warnai serahterima jabatan Komandan Korps Marinir. Demonstrasi pasukan Marinir itu, merupakan rangkaian kegiatan di upacara pergantian tersebut. Hal itu dilakukan seusai penandatanganan Pakta Intergritas dan dokumen Sertijab Dankormar yang disaksikan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal).

Di upacara ini ada hal yang baru, yaitu pengucapan ‘sumpah integritas’ sebelumnya upacara utama hanya penandatanganan dokumen Serahterima Jabatan. Adapun isi dari pakta tersebut intinya adalah tidak menyalahgunakan jabatan untuk hal-hal yang bisa mencoreng nama baik Korps dan Kesatuan.

Lalu dilanjutkan dengan amanat Kasal, Laksamana TNI Siwi Sukma Adji yang mengatakan, Komandan Korps Marinir dituntut untuk memiliki kapabilitas, aksebilitas dan kompetensi untuk membina profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit. Disamping itu, Komandan Korps Marinir juga adalah “Chief Korps” yang bertanggung jawab membina nilai-nilai luhur sejarah Korps Marinir.

Acara pun berlanjut dengan demontasi penumpasan terorisme di sebuah kota metropolis, diawali dengan kedatangan heli yang membawa beberapa prajurit Intai Anfibi yang droping di sebuah Gedung bertingkat. Keahlian menguasai gedung yang dikuasai teroris diperlihatkan prajurit-prajurit kebanggaan Korps marinir, dengan melumpuhkan anggota teroris dalam sekali serangan.

Lalu mereka juga menguasai radar milik teroris, tapi sebelumnya dua penjaga radar itu dilumpuhkan dengan anak panah. Ternyata prajurit Marinir selain menguasai persenjataan modern mereka juga mahir memainkan senjata tradisional, jarak bidikan panah lumayan jauh sekitar 50 meter dari sasaran.

Mayjen TNI (Mar) Suhartono mengucapkan Pakta Integritas didamping Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono saat Sertijab Dankormar. foto:linda herawati.

Boom…!, radar pun diledakan, bersamaan itu pula datang beberapa kendaraan tempur (tank) yang membawa pasukan pemukul utama untuk menyerang markas para teroris. Di adegan ini kemampuan prajurit Marinir membersihkan ranjau darat diperlihatkan. Dengan Teknik yang mereka kuasai, ranjau-ranjau penghalang laju ranpur bisa diledakan.

Lalu kendaraan lapis baja mulai mendekati markas teroris, namun ditengah perjalanan mereka dihadang pasukan teroris yang menggunakan persenjataan berat. Hal itu dibalas oleh pasukan pendukung Batalyon Kaveleri Marinir dengan Meriam andalannya mampu menguasai medan. Setelah itu keluar pasukan pemukul utama dari kendaraan lapis baja yang sebelumnya dihadang oleh rentetan tembakan lawan.

Markas teroris pun dikuasai pasukan Marinir yang melibatkan Satuan Intai Amfibi (Taifib), Yonif Marinir, Yonkav Marinir, dan juga petembak jitu Marinir.  Usai misi tersebut pasukan Marinir segera kembali ke pangkalan, tapi tanpa sepengetahuan mereka masih ada beberapa teroris yang hidup, dan melepaskan tembakan ke pasukan Marinir. Untungnya, petembak jitu masih siaga, dan teroris yang masih menyerang berhasil ditembak.

Hadir di acara serahterima jabatan Komandan Korps Marinir memang berbeda dengan Sertijab-sertijab di kasatuan lain, terutama bagi awak media yang kerap meliput kegiatan TNI. Kami selalu ‘disuguhi’ aksi yang menawan, bahkan saat persiapan pasukan upacara saja kita yang hadir dibuat berdecak kagum. Saat melepas tembakan sambutan selamat datang tanpa komando, pasukan upacara begitu kompak dan serentak baik melepas tembakan maupun saat mengosongkan senjata.

Tamu yang datang disuguhkan atraksi yang menawan dari awal hingga akhir. Sebagai penutup rangkaian upacara Sertijab itu, para penerjun professional Marinir yang sudah memiliki jam terbang tinggi, makin membuat decak kagum yang hadir. Dari ketinggian 5000 kaki mereka membawa pataka-pataka kebanggaan mereka, lambang Korps marinir, TNI AL, dan sang Merah Putih. Di sesi terjun payung ada yang menarik, lima penerjun Marinir mendarat persis di jok dan sisi para pengemudi ojek online yang kebinggungan mencari siapa pemesannnya.

Itulah rangkaian upacara Serahterima Jabatan Komandan Korps Marinir dari Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantoro, SH, M.H., M. Tr (Han) ke Mayjen TNI (Mar) Suhartono M. Tr (Han). Upacara ini melibatkan 3000 personel Marinir dan alutsista seperti Tank Amfibi BMP-3F, kendaraan Angkut Pasukan dan Arteleri (Kapa) 61, Landing Vehicle Tank (LVT)-7, Kapa PTS, BTR-50 P (M/K), Roket Multi Laras (RM) 70 Grad, Roket Multi Laras (RM) 70 Vampire, BVP-2, Meriam How-105, Kendaraan Taktis (Rantis), serta kendaraan Administrasi (Ranmin) dan kendaraan khusus (Ransus).linda.

Leave a Reply