Pemerintah Perlu Pertimbangkan Sultan Muhammad Daoed Syah Menjadi Pahlawan Nasional

Megapolitan

Jakarta, inspiras1nusantara, Diinisiasi Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal, masyarakat Aceh di kawasan Jabodetabek berziarah ke Makam Sultan Muhammad Daoed Syah, di TPU Sunan Giri, Rawamangun, Jakarta. Ziarah makam Sultan Aceh ke-35 (terakhir) ini dimaksudkan untuk menyambut Hari Pahlawan Nasional, 10 November.

“Meski masyarakat Aceh di kawasan Jabodetabek cukup banyak, hanya sedikit yang tahu kalau Sultan Aceh terakhir dimakamkan di Rawamangun,” kata Almuniza.

Padahal menurut Almuniza, ada nilai yang sangat penting dari sejarah kepahlawanan Tuanku Muhammad Daoed, yakni penolakannya untuk takluk kepada Belanda.

“Sejak diangkat menjadi Sultan Aceh, sampai meninggalnya dalam tawanan Belanda, Tuanku Muhammad Daoed Syah tidak mau takluk kepada Belanda. Bahkan surat penyerahan kekuasaan yang disodorkan Belanda, dirobek-robek oleh Tuanku Muhammas Daoed Syah,” jelasnya.

Dikatakan Almuniza, sikap Sultan itu membuat Aceh menjadi satu-satunya daerah yang tidak berhasil ditaklukan Belanda sampai proklamasi kemerdekaan RI. Dengan jasanya tersebut, menurut Almuniza sudah sepantasnya Pemerintah RI menetapkannya sebagai pahlawan nasional.

“Mudah-mudahan semua pihak terkait penetapan gelar pahlawan nasional bisa mempertimbangkan kembali usulan yang pernah disampaikan Tim Peubeudoh Sejarah dan Budaya Aceh (Peusaba), untuk menetapkan Sultan Muhammad Daoed Syah menjadi pahlawan nasional,” harapnya.

Terlepas dari itu, Almuniza mengingatkan masyarakat Aceh di kawasan Jabodetabek, akan pentingnya ziarah ke makam para pahlawan Aceh.

“Selain untuk mempererat ikatan silaturahmi masyarakat Aceh di perantauan, juga guna meningkatkan jiwa patriotisme ke-Aceh-an, walaupun berdomisili di luar daerah,” kata Almuniza Kamal.

Menurutnya sangat penting untuk selalu mengenang masa kejayaan Aceh guna membangun masa depan yang lebih baik. Kesultanan Aceh pernah mengalami masa keemasan dan menjadi salah satu kerajaan besar Islam di dunia.

“Karena itu di manapun kita berada, tetap harus selalu mengenang semua jasa para pahlawan yang telah mendahului kita, mendoakannya dan melanjutkan perjuangannya meski tantangan yang dihadapi sudah berbeda,” pungkasnya.ist.

Leave a Reply