Operasi Khusus TNI AL di Pulau Damar

Home, Matra

Jakarta, inspiras1nusantara, Menjadi profesional dan miliki kemampuan mumpuni bukan perkara mudah, tapi harus dilalui dengan jalan latihan, latihan, dan latihan. Bosan!, mana boleh mengucapkan sepatah kata itu, bila ingin menjadi profesional. Untuk itu prajurit Koarmada l selalu melatih prajuritnya agar menjadi profesional dan ahli di dalam pertempuran. Pulau Damar menjadi saksi bisu bagaimana trengginasnya prajurit Kopaska, Taifib, dan Korps Marinir.

Dua hari satu malam prajurit di bawah Komando Laksda TNI Ahmadi Heri Purwono S.E. M.M, ‘melumat’ latihan yang sudah direncanakan dan ditetapkan Koarmada l untuk menjadikan mereka prajurit profesional dan miliki kemampuan khas sebagai matra laut.

Ketiga Satuan itu melatih diri bagaimana menghadapi teror, melakukan demolisi sasaran dan melakukan penetrasi ke wilayah musuh. Matahari belum muncul ke permukaan laut namun prajurit Koarmada l sudah bergegas melatih kemampuan mereka, berenang di kegelapan malam menuju target sasaran untuk melakukan operasi yang diskenariokan dalam latihan.

Satu, dua hingga puluhan prajurit terjun ke laut saat gelap dan dinginnya malam menyelimuti laut Jawa, tak lama setelah menerjun prajurit KRI milik Koarmada l pun melakukan debarkasi tank amfibi Korps Marinir yang juga mendukung penyerbuan ke target sasaran.

Panji-panji Satuan berkibar diusung prajurit disatuan itu saat latihan ‘Operasi Khusus TNI AL”.foto:linda herawati.

Kedua kegiatan tersebut untuk mendukung membuka jalan agar operasi khusus yang dilakukan Satuan Taifib menjalan operasi rahasia melumpuhkan kekuatan lawan. Selain itu, operasi itu juga disokong kendaraan tempur guna ‘membentengi’ pasukan Kopaska dan Marinir melakukan penetrasi ke daerah musuh.

Sementara itu satu Kompi Marinir dari Satuan Pendaratan Khusus berhasil melakukan pendaratan secara senyap dan serangan dadakan pada target sasaran. Hal yang sama juga dilakukan prajurit kopaska dari sisi yang berbeda setelah melewati rintangan yang sudah diskenariokan dalam latihan baik di laut maupun pantai.

Penghancuran obyek milik musuh berhasil mereka ratakan, disinilah latihan demolisi pada “Operasi Khusus” yang dilakukan Koarmada l sukses dijabarkan prajurit mereka. Begitu pun dengan ranpur mereka yang ikut meluluh lantahkan obyek vital milik musuh.

Selain prajurit yang melakukan penetrasi ke daerah musuh, prajurit yang berada di KRI Semarang juga melatih kemampuan dalam melakukan debarkasi dan embarkasi tank. Peran mereka sama seperti prajurit yang melakukan kombatan, tanpa keprofesionalan mereka menerjunkan dan menaikan kembali tank ke kapal mempengaruhi kesuksesan menjalankan operasi yang sudah diskenariokan.

Karena itu latihan yang digelar Koarmada l tak hanya melibatkan satu Satuan tapi gabungan dari seluruh Satuan. Masing-masing Satuan punya keahlian tersendiri, kemampuan-kemampuan itu disatukan dalam latihan sehingga menjadikan prajurit Koarmada l yang profesional dan memiliki loyalitas pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.linda.

Leave a Reply