Nelayan Pidie Ikuti Kegiatan Pengembangan dan Diversifikasi Usaha Nelayan DJPT

Megapolitan

Pidie, inspiras1nusantara, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) melalui Direktorat Perizinan dan Kenelayanan kembali melakukan Kegiatan Pengembangan dan Diversifikasi Usaha Nelayan di Kabupaten Pidie Provinsi Aceh.

Direktur Perizinan dan Kenelayanan diwakili oleh Kasubdit Usaha Nelayan, Novia Tri Rahmawati, S.Pi, M.Si menyampaikan Kegiatan Pengembangan dan Diversifikasi usaha nelayan dapat menjadi alternatif peningkatan nilai tambah ekonomi guna meningkatkan pendapatan nelayan dan keluarganya.

Strategi peningkatan nilai tambah ekonomi dapat melalui pengembangan kapasitas usaha dan kualitas produk, peningkatan pembiayaan dan perluasan kemitraan.

Kegiatan pengembangan dan diversifikasi usaha nelayan diarahkan untuk mengembangkan dan mematangkan berbagai potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada disekitarnya. Sehingga nelayan dan keluarganya dapat memiliki motivasi wirausaha dan kompetensi untuk menciptakan dan mengembangkan usaha ekonomi produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan.

Kegiatan dibuka oleh Bupati Pidie Roni Ahmad, S.E. Dalam sambutannya ia menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada para nelayan dan keluarga nelayan di Kabupaten Pidie sehingga dapat mengikuti kegiatan ini. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi nelayan dalam menumbuhkembangkan usaha nelayan di Kab. Pidie, sehingga dapat meningkatkan pendapatan nelayan dan keluarganya.

“Sebagian besar wanita nelayan disini sudah mempunyai usaha Rumah Tangga untuk membantu perekonomian keluarga seperti merebus tiram, pengolahan ikan kayu, ikan asin, ikan peda, dll, namun usaha yang dilakukan masih tradisional dan kurang optimal karena adanya keterbatasan modal, sumber daya manusia dan akses pasar.

Dalam hal ini wanita nelayan (istri/putri nelayan) memiliki peran yang sangat strategis dalam penguatan ekonomi keluarga nelayan selain nelayan sendiri sebagai tokoh utama penopang ekonomi keluarga, terang Roni.

Sehubungan hal tersebut, KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) telah menggandeng Pemerintah Daerah, Lembaga Keuangan baik Bank dan non-Bank, (BRI, BNI, Bank Aceh, PT. Pegadaian), Perusahaan Asuransi (PT. Jasindo), Perusahaan Swasta (PT. Astra Indonesia, Tbk), dan Universitas Syiah Kuala dalam melaksanakan kegiatan Pengembangan dan Diversifikasi Usaha Nelayan dengan memfasilitasi Permodalan Usaha, Asuransi Nelayan, Bimtek Pengembangan dan Diversifikasi Usaha, Akses Pasar bagi 50 nelayan dan 50 wanita nelayan dari Desa Lancang, Desa Pasi Lhok, Desa Jeumerang Kec. Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie.

Novia Tri Rahmawati, berharap dengan adanya kegiatan ini, nelayan mampu meningkatkan kapasitas dan nilai tambah produknya melalui peningkatan kemampuan usaha serta perluasan dan penganekaragaman usaha yang didukung dengan kemudahan akses permodalan dan jaminan perlindungan nelayan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan dan keluarganya.

Dalam acara ini DJPT juga memberikan simbolis bantuan fasilitasi nelayan yang terdiri dari Penyaluran kredit modal kerja kepada nelayan dari BRI dengan penyaluran total 2,1 M; Penyerahan 100 Rekening Tabungan dari PT. Pegadaian kepada 50 nelayan dan 50 wanita nelayan senilai Rp. 6 jt dan 100 paket sembako sebesar Rp. 5 juta; Penerima BPAN (Bantuan Premi Asuransi Nelayan) Tahun 2019 kepada 142 orang nelayan Pidie kerjasama dengan PT. Jasindo; Penyaluran klaim santunan asuransi nelayan sebesar Rp. 40 juta; Perlengkapan Pengembangan dan Diversifikasi Usaha kepada 50 nelayan dan 50 wanita nelayan, senilai Rp. 30 jt.humas/linda.

Leave a Reply