Mako Kormar Peringati Hari Dharma Samudera

Matra

Jakarta, inspiras1nusantara, Markas Komando Korps Marinir (Mako Kormar) peringati Hari Dharma Samudera Tahun 2020, di Lapangan Upacara Mako Kormar, Jl.Parjurit KKO Usman dan Harun No 40 Kwitang Jakarta.

Upacara Peringatan Hari Dharma Samudera tahun 2020 ini, dipimpin langsung Komandan Detasemen Markas Komando Korps Marinir (Dandenma Mako Kormar) Kolonel Marinir Idi Rizaldi, diikuti oleh seluruh Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Mako Kormar serta Pangkalan Marinir (Lanmar Jakarta).

Kegiatan diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, dilanjutkan dengan pembacaan Sejarah Pertempuran Laut Aru dan amanat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal). Bertindak sebagai Komandan Upacara Kapten Marinir Puji Wahdini yang sehari-hari menjabat sebagai Pabandya Bin Organisasi Srena Kormar.

Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., yang dibacakan Dandenma Mako Kormar mengatakan bahwa upacara yang diselenggarakan setiap tahun ini, pada hakikatnya merupakan media dalam memberikan pewarisan nilai-nilai kejuangan yang harus dilestarikan, agar terus terjaga semangat dan jiwa tempur prajurit dalam menegakkan Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lebih Lanjut Kasal mengatakan, “ Pertempuran Laut Arafuru yang terjadi pada tanggal 15 Januari 1962 merupakan peristiwa heroik dalam sejarah Angkatan Laut kita, yang ditunjukkan pelaut-pelaut kita di bawah kepemimpinan Komodor Yos Sudarso. Sebagai prajurit Laut, beliau menunjukkan keteladanan dan inspirasi kepemimpinan dalam melaksanakan tugas yang diemban. Sifat rela berkorban dan ikhlas dalam bekerja merupakan nilai-nilai luhur yang ditunjukkan dalam peristiwa tersebut.”

“Pertempuran yang kita hadapi saat ini dalam mewujudkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak banyak berubah, namun hanya menunjukkan karakter pertempuran yang berbeda. Segala tantangan menyangkut batas laut teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia dan khususnya TNI Angkatan Laut. Oleh sebab itu, nilai-nilai kejuangan Yos Sudarso dan pelaut-pelaut tersebut wajib diwarisi oleh seluruh prajurit TNI Angkatan Laut saat ini, yaitu agar tetap tegar dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan,” ungkap Kasal.

Kasal menegaskan, “Di era revolusi industri 4.0 seperti saat ini, dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat dan pengaruh era globalisasi, tantangan kita sebagai garda pelindung keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, akan menjadi semakin kompleks. Prajurit TNI Angkatan Laut dituntut untuk lebih adaptif, produktif, berinovasi tinggi dan kompetitif dalam meningkatkan profesionalisme pelaksanaan tugas. Dalam proses itu jangan sampai melupakan jati diri seorang prajurit yang selalu berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Trisila TNI Angkatan Laut.”

“Pewarisan nilai-nilai kejuangan dalam peringatan ini juga mewakili sejumlah pertempuran laut lainnya, misalnya pertempuran Laut Cirebon, pertempuran Teluk Sibolga, pertempuran Laut Malaka dan pertempuran laut lainnya,” tandas Kasal.penkormar/linda.

Leave a Reply