Kunjungan dan Studi Sejarah Pencinta Pahlawan Revolusi ke Museum Darma Bakti Kostrad

Matra

Jakarta, inspiras1nusantara, Komunitas Pencinta Pahlawan Revolusi melaksanakan kunjungan dan studi sejarah ke Museum Darma Bakti Kostrad dalam rangka study sejarah Pahlawan Revolusi, bertempat di Markas Kostrad, Gambir, Jakarta.

Kunjungan 25 orang Pencinta Pahlawan Revolusi yang dipimpin Bapak Hamdan Wahyu terdiri dari 12 orang anggota komunitas sejarah dan 13 orang pelajar dan Pramuka ini disambut oleh Kabintal Kostrad Kolonel Inf Yunardi. Sebelum masuk ke dalam Museum, dilakukan pemeriksaan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19 karena masih dalam masa PSBB Transisi.

Bapak Hamdan Wahyu mengatakan jika tujuan dari para Pencinta Pahlawan Revolusi ini adalah untuk study sejarah dan mempelajari dan mengenang para pahlawan Revolusi Indonesia serta mengulik sejarah G30S PKI.

Di Museum tersebut mereka berkesempatan menonton film sekilas penghianatan G 30 S PKI di Home Twiter Darma Bakti Kostrad dan mendapat penjelasan dari Mayor Inf Drs. Sutirman sebagai penanggung jawab Museum, mereka diajak berkeliling memasuki ruangan-ruangan dan melihat diorama-diaorama yang ada di museum.

Mayor Inf Drs. Sutirman menjelaskan, bahwa Museum Dharma Bhakti Kostrad adalah bagian dari Markas Kostrad yang merupakan peninggalan Kantor Komisaris Belanda yang didirikan pada tahun 1870. Gedung tersebut mulai digunakan pada 6 Maret 1961, sejak terbentuknya Satuan Cadangan Umum TNI AD (Caduad) – cikal bakal Kostrad. Bangunan ini digunakan sebagai Kantor Panglima Kostrad (Pangkostrad) pertama yaitu Mayjen TNI Soeharto.

“Dari gedung ini pulalah Operasi Trikora, Operasi Seroja dan Operasi Penumpasan PKI dilaksanakan,” ungkap Mayor Inf Sutirman.

“Dengan berkunjung ke Museum Darma Bhakti Kostrad, diharapkan prajurit muda yang memang belum mengetahui tentang Kostrad akan menjadi tahu, karena dengan mengunjungi Museum Dharma Bhakti Kostrad mereka dapat mengetahui sejarah panjang Kostrad dalam pengabdiannya kepada negara dan bangsa, serta menambah kecintaan dan kebanggaan menjadi prajurit Kostrad,” tutup Mayor Inf Drs. Sutirman.penkostrad/linda.

Leave a Reply