KKP Tangkap Penyelundup Lobster Senilai 150 Miliar

Home, Nasional

Jakarta, inspiras1nusantara, Kementerian Kelautan dan Perikanan menangkap pengepul benih lobster di dua lokasi berbeda. Hal itu diungkap Menteri Susi Pudjiastuti saat menggelar acara buka bersama di rumah dinasnya di kawasan Widya Chandra, Kuningan, Jakarta.

“Kita baru saja berhasil melakukan penangkapan benih lobster di dua tempat. Satu di Gunung Putri, satu lagi di Serang jumlahnya totalnya 386.000 ekor,” ujarnya.

Penangkapan pengepul benih lobster ini merupakan hasil operasi yang dilangsungkan selama tiga hari. Lokasi penangkapan oknum pertama di daerah Cibinong, Bogor berjumlah tiga orang. Dari tangan mereka ditemukan sebanyak 50.000 benih. Bibit lobster tersebut diperkirakan dari Sukabumi dan Pelabuhan Ratu. Kedua, di rest area Jalan Tol Jagorawi KM 21 dengan jumlah pelaku sebanyak empat orang. Dari tangan mereka berhasil disita 145.758 benih lobters.

Pelaku penyelundupan berhasil ditangkap di Serang sebanyak empat, sementara barang bukti yang diamankan dari tangan mereka sebanyak 243.833 benih. Dengan demikian, total benih lobster yang berhasil disita tim KKP bersama Bareskrim Polri sebanyak 380.000 ekor benih.

Adapun rute pengiriman penyelundupan benih lobster tersebut melalui jalur darat dari Bogor ke Sumatera. “Kalau kita konversi nilainya tadi dihitung hidup saja 50% ini kita sebetulnya menyelamatkan sumber daya ikan sekitar hingga Rp150 miliar,” kata dia.

Sebagai perbandingan, satu ekor benih lobster dijual dari nelayan penangkap hanya seharga Rp3.000, lalu dari tangan pengepul lobster tersebut bisa dijual seharga Rp30.000 hingga Rp100.000.

Sementara lobster jenis mutiara tersebut jika dibudidayakan hingga mencapai berat setengah kilogram, memiliki nilai jual yang lebih tinggi bisa mencapai Rp700.000 hingga Rp1 juta.

Ia mengatakan, aksi penjualan benih lobster ilegal ini sangat merugikan masyarakat nelayan Indonesia. Dulunya, kata Menteri Susi Indonesia bisa mengalami musim lobster besar setiap empat tahun sekali. Sayangnya, sejak tahun 2000 di mana ekspor ilegal benih lobster ke Vietnam dimulai maka musim lobster besar ini tidak lagi terjadi di Indonesia.

“Negara kita yang tadinya merupakan negara penghasil terbesar cukup besar sekarang itu disalip oleh negara tetangga kita, Vietnam,” ujarnya mengakhiri keterangannya.linda.

Leave a Reply