KKP Siap Lestarikan Mamalia Laut, Bukan Sekedar Tidak Konsumsi tapi Paham Wilayah Hidup Mereka

Home, Nasional

Jakarta, inspiras1nusantara, Kementerian Kelautan dan Perikanan berupaya melestarikan Dugong (ikan duyung) yang populasinya tinggal 1000 ekor di seluruh perairan Indonesia. Dirjen Pengelola Ruang Laut KKP mengatakan, melestarikan dugong bukan sekedar bagaimana masyarakat tidak mengkonsumsi dugong, tapi bagaimana masyarakat tahu wilayah hidup ikan tersebut.

Hal itu diungkap Bramantya Satyamurti Poerwadi, saat menggelar simposium pelestarian Dugong, di KKP, Jakarta. Menurutnya, pemerintah daerah harus komit dengan pelestarian ini, dan penggunaan lahan di pesisir juga harus diperhatikan. Selama ini memang Pemda yang mengurusi itu, tapi untuk pelestarian antara pusat dan daerah bisa kordinasi untuk pelestarian dugong tersebut.

Selain mengetahui wilayah hidup Dogong itu, ia katakan, ada tiga hal salah satunya adalah perlu riset yang mendalam tentang ikan duyung itu. “Jika Pemda serius melestarikan dugong, seharusnya dalam waktu 3 tahun ke depan atau 2022, jumlah dugong bertambah bukan malah menyusut”, tambahnya.

Untuk KKP berencana melakukan aksi nasional Konservasi Mamalia Laut yang telah diputuskan lewat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 79/KEPMEN-KP/2018 yang memuat strategi, kegiatan, Indikator, output, lokasi, waktu, penanggung jawab, dan unit kerja terkait dalam pelaksanaan upaya konservasi mamalia laut (duyung, paus, dan lumba-lumba) di Indonesia.

Peresmian konservasi mamalia laut, di KKP.foto:linda herawati.

Perairan Indonesia merupakan tempat hidup dan jalur migrasi bagi 35 spesies mamalia laut. Semua jenis mamalia laut (termasuk duyung) yang ada di perairan Indonesia sudah ditetapkan menjadi jenis yang dilindungi melalui PP No. 7 Tahun 1999 yang selanjutnya diubah dalam Permen LHK No. 20 Tahun 2018 jo Permen LHK No. 92 Tahun 2018. Penetapan status perlindungan ini merupakan langkah awal dan bentuk komitmen nyata pemerintah Indonesia dalam rangka menjaga kelestarian mamalia laut dari ancaman kepunahan.

Brahmantya mengharapkan, Rencana Aksi Nasional Konservasi Mamalia Laut yang telah ditetapkan dapat menjadi acuan dan arahan bersama dalam mensinergikan gerak langkah kita dalam upaya perlindungan dan pelestarian mamalia laut di Indonesia.

“Lebih lanjut, RAN Konservasi Mamalia Laut diharapkan tidak sekedar menjadi dokumen perencanaan, tetapi benar-benar dilaksanakan oleh para pihak, terutama oleh instansi yang menjadi penanggung jawab kegiatan. Oleh karena itu, KKP akan mengevaluasi pelaksanaan RAN tersebut setiap tahun”, tegasnya.

Penetapan status perlindungan masih harus diikuti dengan upaya-upaya pelestarian lainnya mengingat terdapatnya beragam isu dan permasalahan yang mengancam kehidupan mamalia laut di Indonesia, baik yang disebabkan oleh kegiatan langsung manusia yang tidak ramah lingkungan atau merusak maupun hilangnya atau tercemarnya habitat hidupnya.linda.

Leave a Reply