Insiden Jatinegara, Pelaku diancam Dipecat dari Anggota TNI dan 15 Tahun Penjara

Home, Megapolitan

Jakarta, inspiras1nusantara, Pelaku penembakan insiden Jatinegara diancam hukuman 15 tahun penjara dan dipecat sebagai anggota TNI. Hal itu disampaikan Kapendam Jaya, menurutnya berdasarkan penyidikan sementara saat melakukan penembakan pelaku dalam kondisi dibawah pengaruh alkohol. Ia juga meminta agar masyarakat bersabar dan tidak diasumsikan bermacam-macam dari insiden tersebut.

Demikian dikatakan Kolonel Inf. Kristomei Sianturi yang didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya AKBP Argo Yuwono, dan Kasubdispenum TNI AU Letkol Sus Yuris. Lebih lanjut dikatakan, terduga pelaku dibekuk saat berada dikediamannya beberapa jam setelah peristiwa itu terjadi.

Menurutnya, 4 kali tembakan dilepas pelaku, dua diantaranya mengenai korban. Satu tembakan mengenai pelipis korban, satu lagi mengenai pinggang korban hingga tembus ke perut. Kini kasus tersebut tengah didalami pihak Pomdam dan Pomau guna mengetahui motif sesungguhnya. Dan ia meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil penyidikan tim gabungan, serta tidak berasumsi lain dari peristiwa itu.

Kapendam Jaya bersama Kabid Humas PMJ dan Kasubdispenum AU beri keterangan pers. foto:linda herawati.

Sementara Letkol Sus Yoris menambahkan, insiden itu murni criminal jangan disangkut pautkan dengan hal lain. Dan terduga pelaku Serda JR sudah ditahan Pom AU, dan pelaku memiliki ijin menggunakan senjata yang dikeluarkan November 2018 hingga November tahun depan.

“Salah satu syarat anggota TNI AU memegang senjata adalah psikotest, dan sudah dijalani oleh pelaku pada Mei 2018 dan hasilnya layak untuk memegang senjata. Jadi apabila kejadian itu terjadi kemungkinan apa yang dikatakan Kapendam Jaya, yang bersangkutan berada dalam pengaruh alkohol. Melakukan penembakan Apapun alasan apa itu serempetan kendaraan tidak bisa dibenarkan”, tegasnya.

Insiden ini menyangkut anggota TNI baik pelaku maupun korban, maka Undang-undang yang berlaku adalah KUHP Militer dan akan dibawah ke peradilan militer guna diadili. “Untuk pembunuhan itu, dikenakan pasal 338 ancamannya diatas 15 tahun penjara dengan tambahan dipecat”, tambah Kapendam Jaya mengakhiri keterangan persnya.linda.

Leave a Reply