HUT Kolinlamil, Kasal : Kolinlamil Punya Peran Strategis dalam Mendukung Poros Maritim Dunia

Home, Matra

Jakarta, inspiras1nusantara, Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) punya peran strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah khususnya di jalur laut. Selama ini Kolinlamil menjalankan dua kegiatan yaitu operasi militer dan operasi masa damai (selain perang), yaitu melakukan pergesaran masyarakat maupun logistik. Terutama saat Idul Fitri lalu, dimana Kolinlamil mengangkut masyarkat dari Jakarta ke beberapa provinsi maupun daerah terpencil.

Hal itu diungkap Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji saat perayaan Hari Jadi Kolinlamil yang jatuh pada tanggal 1 Juli lalu dirayakan hari ini, di markas Komando Kolinlamil, Ancol, Jakarta. Menurutnya, peran Kolinlamil dalam mendukung pemerintah terutama kebijakan tol laut cukup baik. Selain melakukan pergesaran orang, Kolinlamil juga membantu penyebararan distribusi bahan bakar maupun logistik ke daerah-daerah yang jauh dari pusat pemerintahan.

“Tugas itu diemban Kolinlamil dalam rangka menindaklanjuti program pemerintah yaitu Poros Maritim Dunia, dalam hal ini Tol Laut. Kemarin telah dilaksanakan mendukung arus mudik Lebaran dan untuk mendukung pergesaran logistik wilayah serta kegiatan bhakti sosial di daerah pesisir dan terpencil. Seperti yang saat ini dilaksanakan di daerah Anambas”, pungkasnya.

Selain peran penting Kolinlamil, Kasal juga mengatakan, bakal mengganti alutsista milik Kolinlamil yang usianya sudah lebih dari 30 tahun. Menurutnya, ada sekitar 17 kapal milik Kolinlamil yang harus ‘diremajakan’ agar peran dan fungsi Kolinlamil bisa berjalan lebih efektif dalam melakukan operasi militer dan operasi masa damai.

“Ada 17 alutsista yang rata-rata usianya lebih dari 30 tahun, akan kita ganti dengan unsur-unsur yang baru yaitu LST dan LPD. Yang nantinya akan menggantikan unsur-unsur yang usianya lebih dari 30 tahun, ini harapan kita. Dan ini sudah menjadi program TNI AL mengganti alutsista yang usianya sudah 30 tahun, agar tugas Kolinlamil tidak terhambat”, tandasnya.

Kasal juga menyinggung tugas lain selain operasi militer, yaitu membina angkutan laut nasional baik dalam situasi damai maupun konflik. Di masa itu, angkutan laut nasional bisa digerakan dalam rangka mendukung operasi. Laksamana bintang empat ini mencontohkan, bila terjadi bencana seperti kekurangan air bersih di salah satu derah, Kolinlamil akan mengerahkan kapalnya dan meminta angkutan nasional yang memiliki kapal tangki mendistribusikan air ke daerah tersebut.

Menurutnya, hal itu perlu dibina dan harus dikomunikasikan sehingga peran tersebut bisa berjalan efektif. Termasuk peran SAR harus disinkronkan, dikonfirmasikan terkait komando pengendalinya. Sementara mengenai pembentukan Satlinlamil III di Sorong, Papua masih dibicarakan karena pembentukan Satuan terkait dengan anggaran.linda.

Leave a Reply