Dua Perwira Muda TNI AL Ada di HMAS Canberra

Home, Matra

Jakarta, inspiras1nusantara, Dua perwira TNI Angkatan Laut ikut berlayar di HMAS Canberra, sekaligus mempererat hubungan bilateral antar Angkatan Laut kedua negara. Selama perjalanan dari Vietnam menuju Jakarta kedua perwira tersebut mendapat pengalaman berkesan terutama soal ke-angkatan laut-an “negeri Kangguru”.

Lettu Laut (P) Virnando mengatakan, sebelum ikut berlayar dengan kapal milik Angkatan Laut Australia ia bersama rekannya bertolak dari Jakarta menuju Vietnam. Selang beberapa hari tiba di negeri “Paman Ho” usai bermalam beberapa hari keduanya pun berada di atas kapal pendarat helikopter AL Australia menuju Jakarta, Indonesia.

Program tersebut merupakan rangkaian kegiatan misi Indo-Pacific Endeavour 2019, bertujuan untuk memperdalam kerja sama Australia dengan pasukan keamanan kawasan. Adapun kegiatan misi itu adalah pelatihan bencana dan militer dengan Indonesia, India, Sri Lanka, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Satu helikopter parkir di dek HMAS Canberra.foto:linda herawati.

Menurutnya, saat berlayar bersama HMAS Canberra ia tetap menjalankan ibadah puasa meski hanya ia dan rekan perjalanannya Lettu Laut (P) Sandy Pradhina, dan satu personel AL Australia. Ketiganya diberi keleluasaan menjalankan ibadah, baik saat sahur, buka puasa, dan sholat. Bahkan saat sholat mereka diberikan ruangan khusus untuk menyembah sang Khalik.

“Mereka sangat menghargai sekali, mulai dari tata cara kita beribadah mereka memberi kesempatan, saatnya kita berbuka puasa dan sahur. Kita juga diberikan tempat khusus untuk sholat”, ungkapnya.

Dikatakan, secara umum prosedur diatas kapal AL Australia tak jauh berbeda dengan prosedur yang selama ini mereka rasakan di atas KRI. Seperti pembersihan dan olahraga pagi, lalu mengikuti kegiatan yang sudah disesuaikan dan dijadwalkan.

“Ada jam-jam khusus diberikan, bukan jaga tapi observasi di anjungan HMAS Canberra, disitu kita bisa melihat dan mengamati perwira muda yang tengah melaksanakan training navigasi dasar”, imbuhnya.

Menurutnya, ada sedikit perbedaan bagi Perwira muda di AL Australia dan di TNI AL yaitu, di AL Australia meski Perwira muda sudah ditempatkan tapi mereka masih harus menjalankan latihan di atas kapal selama 6 bulan. Jadi mereka diasah kembali meski sudah menerima materi dan diaplikasikan pada pelayaran berikutnya.

Sementara menurut Sandy, hal positif yang bisa diambil adalah Kedinasan AL di Indonesia, interaksi mereka antara Perwira dan anggota tidak terlalu “Streak” untuk masalah penghormatan dan dinas dalam. Namum mereka profesional dalam menjalankan tugasnya, jadi mereka tidak harus melakukan penghormatan saat bertemu di jalan tapi mereka profesional dalam pengerjaan-pengerjaan. Dan prosedur-prosedur dasar selalu dilaksanakan tidak pernah terlewatkan.linda.

Tagged

Leave a Reply