Diusia Ke-59, Kolinlamil Bertekad Tingkatkan Pengabdian pada Bangsa dan Negara

Matra

Jakarta, inspiras1nusantara, Satya Wira Jala Dharma. Tepat tanggal 1 Juli 2020 Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) genap berusia 59 tahun. Acara puncak hari ulang tahun ke-59 Kolinlamil tahun ini, diperingati dengan Upacara Parade Militer di Lapangan M. Silam, Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, dengan sederhana namun dengan penuh khidmat. Panglima Komando Lintas Laut Militer Laksda TNI Abdul Rasyid, S.E., M.M., bertindak langsung sebagai inspektur upacara, sedang Komandan Upacara dipercayakan kepada Komandan KRI Tanjung Kambani 971 Letkol Laut (P) Masrurun, S.E., M.Tr (Hanla).

Upacara peringatan kali ini hanya untuk kalangan internal Kolinlamil saja, mengingat situasi masih dalam wabah virus covid 19 yang mengharuskan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku dari pemerintah, maka peringatan HUT Kolinlamil kali ini tanpa menampilkan berbagai atraksi yang biasanya menjadi trade mark dalam setiap acara peringatan HUT Kolinlamil.

Rangkaian upacara pun ditutup dengan defile pasukan dari para prajurit Kolinlamil yang terdiri dari Kompi pasukan perwira gabungan Perwira menengah dan perwira pertama, kompi bintara, kompi tamtama dan PNS yang dengan langkah tegap melintasi mimbar memberi penghormatan kepada Inspektur Upacara Panglima Kolinlamil.

Laksda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M, mengatakan bahwa berbagai kegiatan yang dilaksanakan sebagai rangkaian HUT ke 59 Kolinlamil, menyesuaikan dengan situasi kondisi masih merebaknya virus covid 19 yang ada dengan keterbatasan dalam beraktifitas. Kegiatan terfokus pada bakti sosial terhadap warga nelayan dan masyarakat Muara Gembong April lalu, pembagian sembako gratis, bhakti sosial kesehatan, donor darah, fogging dan kegiatan budidaya tanaman dan perikanan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Peringatan hari ulang tahun ke-59 Kolinlamil ini merupakan ungkapan rasa syukur, serta momentum yang tepat untuk introspeksi dan evaluasi diri guna meningkatkan kinerja dalam pengabdian kepada TNI AL, TNI, Bangsa dan Negara. Oleh karena itu sangat tepat tema yang diangkat kali ini, yaitu “Dengan Semangat Satya Wira Jala Dharma, Kolinlamil Siap Mewujudkan TNI AL Yang Profesional, Modern dan Tangguh”. Prajurit Kolinlamil harus menjadi Prajurit/Pejuang dan Patriot yang memiliki kesetiaan dalam mengabdikan diri kepada Negara dan Bangsa” Ungkap Panglima Kolinlamil.

Kemajuan Kolinlamil juga tidak luput dari kiprah dan dukungan organisasi para istri prajurit dibawah pimpinan Ketua Gabungan Jalasenastri Kolinlamil yang saat ini dijabat oleh Ny. Nisa Abdul Rasyid, yang berperan aktif dalam berbagai kegiatan dalam memberdayakan ibu-ibu Jalasenastri Kolinlamil untuk memberikan manfaat positif bagi keluarga besar Kolinlamil.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 66 tahun 2019, Kolinlamil memiliki tugas pokok sebagai Kotama Operasional (Kotamaops) untuk menyelenggarakan operasi angkutan laut TNI baik dalam rangka Operasi Militer untuk Perang (0MP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP) serta bantuan angkutan laut. Selain sebagai Kotama Operasi, Kolinlamil bertugas sebagai pembina tunggal Angkutan Laut TNI, membina kemampuan sistem Angkutan Laut Militer, membina potensi Angkutan Laut Nasional guna kepentingan pertahanan dan keamanan negara di Iaut dan membina kesiapan operasional untuk melaksanakan angkutan laut TNl.

Dalam usaha menciptakan Angkutan Laut Nasional yang memiliki kesiapsiagaan sebagai kekuatan pengganda maka dibutuhkan kesamaan persepsi antara Kolinlamil dan komponen Angkutan Laut Nasional untuk ikut dapat terlibat secara aktif dan langsung dalam usaha-usaha Pertahanan Negara. Pembinaan potensi Angkutan Laut Nasional dalam sistem Pertahanan Negara adalah pembinaan yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya personel Angkutan Laut Nasional yang disinergikan dengan kemampuan dan kekuatan Kolinlamil dalam mendukung tugas Angkutan Laut Minter pada kondisi Operasi Militer Perang (0MP) dan kondisi Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Potensi Angkutan Laut Nasional terdiri dari armada kapal pemarintah, armada kapal swasta dan kapal pelayaran rakyat beserta personel pengawaknya serta sarana dan prasarana yang meliputi; gedung, dermaga, fasilitas bongkar muat serta armada kapal.

Pembinaan Angkutan Laut Nasional dilaksanakan sejak dini melalui pembinaan yang bertingkat dan berlanjut. sehingga peran Angkutan Laut Nasional senantiasa dalam kondisi siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dan digunakan untuk terlibat dalam suatu bagian angkatan tugas (task force) sebagai kekuatan pengganda bagi Kolinlamil dalam mendukung tugas-tugas Angkutan Laut Militer yang meliputi pergeseran personal, material dan pembekalan pada operasi OMSP.

Saat ini Kolinlamil memiliki 10 KRI yang terdiri dari 1 kapal Bantu Angkut Personel, 2 kapal Landing Platform Dock, 2 kapal angkut tank, 4 kapal angkut tank Frosch dan 1 kapal bantu umum.
“Dengan keterbatasan kuantitas dan kualitas alutsista yang dimiliki perlu adanya sebuah manajemen operasi dan improvisasi dalam penyelenggaraan operasi dengan baik” tutur Panglima Kolinlamil.
Pembangunan kekuatan, pembinaan kemampuan dan modernisasi menjadi prioritas perencanaan strategis kedepan. Alutsista baru akan memperkuat jajaran Kolinlamil dengan akan hadirnya penambahan kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) dan Angkuta Tank (AT) agar postur ideal unsur Kolinlamil dapat tercapai secara jumlah dan kesiapan operasional.

Tema kali ini “Dengan Semangat Satya Wira Jala Dharma, Kolinlamil Siap Mewujudkan TNI AL Yang Profesional, Modern dan Tangguh” sangatlah relevan karena mengandung keteguhan tekad dan peran penting dalam rangka mendukung kebijakan negara dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Sejak berdiri pada tahun 1961 sampai dengan sekarang Kolinlamil telah berganti kepemimpinan sebanyak 37 kali dan terhitung mulai tanggal 2 Juni 2020 Kolinlamil dipimpin oleh Panglima ke-37 Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid, S.E., M.M.penkolinlamil/linda.

Leave a Reply