Danrem 052/Wkr : Pancasila Satukan Perbedaan

Home, Matra

Jakarta, inspiras1nusantara, Indonesia sebagai bangsa yang besar dikarunia banyak perbedaan, tak ada bangsa di dunia yang punya begitu banyak perbedaan seperti kita. Ada ratusan suku di masyarakat kita, belum lagi perbedaan agama, namun semua disatukan dengan ideologi yaitu Pancasila. Menurut Danrem 052/Wijayakrama saat ini banyak tersebar informasi yang mengangkat sentimen suku, agama, ras terutama terkait politik.

Demikian menurut Komandan Korem 052/Wkr Kol.Kav. Agustinus Purboyo, kita ini anugerahi perbedaan, jangan perbedaan ini ‘dibesarkan’ dan membuat kita terpecah belah sebagai bangsa. Dia pun mengingatkan media punya peran menciptakan rasa nasionalisme bukan malah memperbesar jurang perbedaan.

Ia pun mencontohkan, bagaimana media bisa menghancurkan bangsa karena informasi yang mereka sebarkan. “Di Afrika sana ada empat negara yang hancur karena informasi media, Tunisia, Libya, Mesir, dan Suriah. Jangan sampai kita menyesal seperti bangsa Tunisia, sebelum perang saudara 1 Dinar bisa beli apapun saat ini 1 Dinar tak bisa membeli apa-apa”, tandasnya mengingatkan.

Lebih lanjut dikatakan, beritakan sesuatu bisa membuat kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia, bisa budaya, olahraga, atau daerah bikin pembaca merasa jadi bagian dari bangsa. Jika sentimen tersebut yang kita besarkan, bisa dibayangkan bagaimana porak porandaknya kita sebagai bangsa.

“Negara lain paling punya perbedaan suku sekitar belasan atau puluhan saja, kita ratusan suku dan bahasa. Jangan lagi sentimen-sentimen seperti itu dibesarkan, siapapun dia yang lahir di Indonesia berhak mengaku sebagai orang Indonesia, bukan pribumi dan non pribumi”, tegasnya saat menggelar pertemuan dengan awak media, di salah satu rumah makan, di kawasan Serpong, Tangerang.

Dikatakan, perbedaan kita direkatkan dengan ideologi yaitu Pancasila, tapi menurutnya banyak media tak mau menyebarkan tentang ideologi bangsa. Jadi jangan heran, bila remaja saat ini lebih hafal lagu hymne partai politik dibanding Garuda Pancasila, karena media enggan memviralkan lagu-lagu nasionalisme.

Ia pun mengingatkan begitu hebatnya ideologi Pancasila yang kita miliki, ia selaku prajurit TNI termasuk golongan minoritas, tapi karena ideologi itu ia bisa menjabat sebagai Komandan Korem bukan mayoritas, minoritas.

Karena itu, dirinya ingin jajaran termasuk insan media membumikan kalimat ‘Harmoni dalam Kebhinekaan’ bukan hanya sekedar tagline institusi yang dipimpinnya tapi juga diresapi dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.linda.

Leave a Reply